Penelitian ini dilaksanakan untuk membandingkan efektivitas latihan skipping dan latihan lompat gawang terhadap peningkatan kemampuan vertical jump pada atlet bola voli putri Ultraviolet Kutowinangun, Kebumen. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan Desain Two-Group Pretest–Posttest. Rancangan ini mencakup dua kelompok yang menerima intervensi, dimana pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, tanpa kelompok pembanding. Sebanyak 12 atlet berpartisipasi sebagai responden, yang ditentukan melalui teknik pengambilan sampel purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes lompatan vertikal yang dilaksanakan pada awal penelitian sebelum intervensi (pretest) dan setelah program latihan selesai (posttest) pada semua partisipan. Analisis data meliputi pengujian normalitas, pengujian homogenitas, uji-t sampel berpasangan, dan uji-t sampel independen. Temuan dari analisis mengindikasikan bahwa kedua jenis program latihan secara substansial berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan atlet dalam lompatan vertikal. Namun, besarnya peningkatan pada kelompok yang menjalani latihan skipping memiliki rata-rata sebesar 3,67, sedangkan kelompok yang mengikuti latihan lompat gawang mencapai rata-rata 6,33. Selain itu, hasil independent sample t-test mengindikasikan bahwa latihan lompat gawang memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan latihan skipping dalam meningkatkan kemampuan vertical jump. Berdasarkan hasil yang diperoleh, latihan lompat gawang dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan daya ledak tungkai atlet bola voli dibandingkan metode latihan lainnya. Untuk penelitian berikutnya, disarankan melibatkan jumlah sampel yang lebih banyak, memperpanjang periode latihan, serta menambahkan kelompok kontrol agar hasil penelitian memiliki tingkat validitas yang lebih kuat dan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.