Radna Ningsih
Program Studi D-III Manajemen Logistik Industri Agro, Politeknik ATI Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LINGKUNGAN KERJA MENGGUNAKAN METODE 5S PADA GUDANG JASA LOGISTIK (STUDI KASUS PT. DLI INDONESIA) Candrianto Candrianto; Radna Ningsih; wahyu amalia; gusnaldi gusnaldi
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke) adalah metode untuk menata ruang kerja di lingkungan industri atau perusahaan yang memiliki filosofi serta cara kerja yang harus dilaksanakan oleh setiap individu. Penerapan konsep 5S sendiri sudah sering dilakukan dan terbukti efektif menciptakan lingkungan kerja yang baik dan meningkatkan produktivitas kerja. PT. DLI Indonesia sudah menerapkan metode 5S namun apakah penerapannya berjalan secara sempurna perlu dilakukan analisis. Penelitian ini merupakan survey research yang merupakan bagian dari penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian mengenai prosentase ketercapaian penerapan 5S pada gudang PT. DLI Indonesia meliputi penerapan seiri (pemilahan) sebesar 75%, penerapan seiton (penataan) sebesar 25%, penerapan seiso (pembersihan) sebesar 75%, penerapan seiketsu (pemantapan) sebesar 50%, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) sebesar 75%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa ada 2 aspek dari 5S yang belum diterapkan secara maksimal yaitu seiton dan seiketsu. Kemudian dari hasil persentase dirubah menjadi tingkat predikat untuk mengetahui efektivitas penerapan 5S. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa penerapan seiri (pemilahan) cukup efektif, penerapan seiton (penataan) tidak efektif, penerapan seiso (pembersihan) cukup efektif, penerapan seiketsu (pemantapan) kurang efektif, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) cukup efektif.