ABSTRAK Digitalisasi merupakan transformasi proses informasi dari analog ke format digital. Munculnya industri 4.0 terlihat dengan mengadopsi teknologi digital baru oleh perusahaan di industri manufaktur untuk tujuan transformasi digital. Penelitian ini untuk memeriksa kesiapan digital sebagai evaluasi aspek rantai pasok perusahaan manufaktur di jabodetabek untuk mengeksekusi kesiapannya di industri 4.0. Dengan merangkul industri 4.0, perusahaan manufaktur dapat memperoleh manfaat dari proses smart manufacture yang memungkinkan untuk peningkatan kinerja rantai pasok, dan produktivitas bisnis yang lebih besar. Desain penelitian descriptive quantitative dengan data dari 67 perusahaan manufaktur yang berada di Jabodetabek. Menggunakan metode systematic random sampling dilakukan teknik kuesioner Digital Readiness Check (DRC). Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk analisis data dengan dukungan perangkat lunak Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan manufaktur di Jabodetabek sudah melakukan Digital Transformation (DT) di era Industri 4.0 dengan strategi yang berpengaruh positif pada inovasi bisnis dan rantai pasokan. Namun dalam penelitian ini sebagian besar perusahaan manufaktur di Jabodetabek menunjukan bahwa kesiapan karyawan serta teknologi digital belum memadai untuk kesiapan industri 4.0. Kata kunci: Industri 4.0, Digital Readiness Check (DRC), Rantai Pasok, Digital Transformation (DT) ABSTRACT Digitization represents the transformation of the information process from an analog to a digital format. The emergence of industry 4.0 is seen by adopting new digital technology by companies in the manufacturing industry to transform digitally. This study examines digital readiness for evaluating supply chain aspects of manufacturing companies in Jabodetabek to execute industry 4.0. By embracing industry 4.0, manufacturing companies can benefit from enabled smart manufacturing processes, improved supply chain performance and higher business productivity. Descriptive quantitative research design with data from 67 manufacturing companies located in Jabodetabek. Using a systematic random sampling method using the Digital Readiness Check (DRC) questionnaire technique. Structural Equation Modeling (SEM) is used for data analysis with Smart-PLS software support. The results of the study show that most manufacturing companies in Greater Jakarta have carried out Digital Transformation (DT) in the Industry 4.0 era with strategy that have possitive impact on business inovation and supply chain. However, in this study, most of manufacturing company in Jabodetabek showed that the readiness of employee and digital technology were not sufficient for Industry 4.0 readiness. Keywords: Industry 4.0, Digital Readiness Check (DRC), Supply Chain, Digital Transformation (DT)