Tapaul Habdin
STIT Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kabilah Arab dan Dialeknya: Studi Dialek Dalam Al-Qur'an Tapaul Habdin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 01 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i01.429

Abstract

Al-Qur'an telah menjelaskan hikmah adanya suatu bangsa dan lahirnya kabilah-kabilah yaitu untuk saling mengenal satu sama lain. Bangsa Arab merupakan bangsa yang sangat memperhatikan dan menjaga nasab, itu sebabnya mereka selalu mengaitkan nama mereka dengan nama ayah dan kakek-kakek mereka, seperti Fulan bin Fulan bin Fulan bin Fulan dan seterusnya. Dari tradisi Bangsa Arab dalam menjaga nasab, di sini peneliti melihat diperlukannya pemahaman tentang kabilah Arab dan dialeknya, khususnya yang terdapat dalam al-Qur'an, karena dengan mempelajari dialek kabilah-kabilah Arab dapat mengetahui taraf kehidupan kabilah-kabilah Arab, di mana faktor kehidupan mempengaruhi dialek suatu kaum. Oleh karena itu peneliti akan mengkajinya dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan metode penelitian kualitatif. Hubungan dialek dan bahasa adalah hubungan khas (khusus) dan `aam (umum). Setiap dialek adalah bahasa, tapi tidak sebaliknya, di mana kabilah-kabilah di jazirah Arab secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, kabilah baaidah (yang sudah punah) dan baaqiah (yang masih ada) begitu juga dialek dikelompokkan menjadi dua, yaitu al-`arabiyah al-baaidah (bahasa Arab yang telah punah) dan al-`arabiyah al-baaqiyah (bahasa Arab yang masih lestari), sedangkan dalam jumlah dialek dalam al-Qur`an terdapat perbedaan, ada yang mengatakan lebih dari tujuh, ada juga yang mengatakan sampai empat puluh dan sab`atu ahruf diartikan dengan lahjah yang banyak.
Faktor-Faktor Kebinasaan Umat Terdahulu dalam Al-Qur'an Tapaul Habdin
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 02 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v1i02.435

Abstract

Hukum kausalitas (sebab-akibat) berlaku di muka bumi ini, umat-umat terdahulu mendapatkan azab dari Allah Swt., karena perbuatan mereka sendiri. Merekalah yang mengundang azab-Nya. Di antara sebab pengundang azab yang telah mereka lakukan adalah mendustakan Rasul, melakukan kemaksiatan, kedurhakaan dan berbagai macam dosa. Mengetahui sebab-sebab tersebut sangat penting, karena dengan mengetahui sebab maka kita tidak akan melakukan perbuatan yang sama dan agar sejarah tidak terulang kembali.