siti Nurwahidah
Universitas Samawa Sumbawa Besar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) PERNEK KECAMATAN MOYO HULU PERIODE TAHUN 2015-2017 Nela Dwi Iriani; siti Nurwahidah; Alia Wartiningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v1i1.375

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pernek Kecamatan Moyo Hulu Periode Tahun 2015-2017. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April2019. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan laporan keuangan BUMDes Pernek berupa neraca dan laporan laba rugi pada unit usaha simpan pinjam (SUTA dan UEP) sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis rasio berdasarkan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas dengan menggunakan laporan keuangan BUMDes Pernek tahun 2015-2017. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi keuangan BUMDes Pernek tahun 2015-2017 berdasarkan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas dalam kondisi yang semakin membaik dan berkembang. Kondisi keuangan BUMDes Pernek tahun 2015 sampai tahun 2017 diihat dari rasio likuiditas (rasio kas) yaitu semakin membaik dan berkembang, hal ini dikarenakan adanya dukungan yang baik dari pemerintah desa, kepercayaan dari masyarakat dan pihak BUMDes yang mampu mengelola unit usaha. Kondisi keuangan Kondisi keuangan BUMDes Pernek tahun 2015 sampai tahun 2017 dilihat dari rasio solvabilitas (rasio utang) yaitu semakin membaik dan berkembang, hal ini dikarenakan pihak BUMDes atau pengelola mampu mengelola unit usaha sehingga mampu melunasi hutang jangka pendek dari BUMDes tersebut. Kondisi keuangan Kondisi keuangan BUMDes Pernek tahun 2015 sampai tahun 2017 diihat dari rasio rentabilitas (ROI dan ROE) yaitu semakin membaik dan berkembang, hal ini dikarenakan pihak BUMDes mampu menghasilkan laba dari aktiva/aset yang dipergunakan dan modal sendiri BUMDes Pernek.
FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) STUDI KASUS DI KABUPATEN SUMBAWA Rima Rizkita Kusuma; Siti Nurwahidah; Muhammad Aries ZA
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v1i1.387

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan merumuskan strategi bagi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi dengan jumlah sampel sebanyak 12 BUMDes yang ada di Kabupaten Sumbawa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis lingkungan dan matriks TOWS. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan BUMDes adalah Sumberdaya ekonomi lokal, perkembangan IPTEK, dukungan pemerintah, regulasi pemerintah tentang pendirian BUMDes, persepsi masyarakat, fluktuasi harga produk, dan persaingan dengan lembaga kredit swasta. Sedangkan, faktor internal yang mempengaruhi perkembangan BUMDes adalah akses modal masyarakat, sumber pendapatan asli desa, lembaga ekonomi desa, potensi unit usaha produktif, metode, unit usaha penunjang, regulasi lokal, sarana dan prasarana, ketersediaan modal, peran pengawas internal, dan peran aparat desa. Adapun alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks TOWS adalah membentuk unit usaha baru berbasis ekonomi lokal, pendirian pusat pelayanan informasi BUMDes, pendirian pusat pemasaran terpadu untuk mendorong unit usaha produktif, meningkatkan kapasitas pendampingan, meningkatkan pengawasan BUMDes, membentuk regulasi lokal BUMDes, modal dana KRABAT difokuskan untuk usaha simpan pinjam, membentuk ikatan kerjasama dengan lembaga pesaing, bekerjasama dengan petani lokal, dan melakukan sosialisasi secara berkesinambungan terhadap masyarakat.
BAURAN PEMASARAN USAHA AYAM BROILER (STUDI KASUS USAHA PETERNAKAN UD. SWAMI DI KECAMATAN LABUHAN BADAS) Siti Nurwahidah; Yadi Hartono; Gianti Dwi Hapsari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian F.P UNSA
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v2i1.586

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bauran pemasaran usaha ayam broiler di UD. SWAMI Kecamatan Labuhan Badas. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2021 di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang membeli ayam broiler UD. SWAMI yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui bauran pemasaran yang dilakukan perusahaan pada produk yaitu memasarkan berbagai jenis produk olahan ayam seperti ayam hidup, ayam bersih (Karkas), ayam parting (dada, paha, sayap), ada juga sisa bagian ayam karkas seperti kepala, ceker, usus, ati, ampela, yang dijual terpisah baik dalam kondisi fresh ataupun beku. Penetapan harga menggunakan harga yang sesuai dengan harga pasaran dan juga memberi potongan harga. Tempat/saluran distribusi produk dilakukan secara langsung yaitu konsumen datang langsung ketempat usaha dan juga melalui pedagang pengepul. Promosi menggunakan media offline yang berupa promosi dari mulut ke mulut dan pemasangan papan nama untuk mempromosikan kegiatan usahanya. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai berikut: (1) aspek produk kategori baik, (2) aspek harga kategori baik, (3) aspek tempat kategori sangat baik, (4) aspek promosi kategori cukup dan dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh UD. SWAMI sudah berjalan dengan baik.
ANALISIS POLA PELAKSANAAN BAGI HASIL PENGELOLAAN USAHA TAMBAK UDANG DI DESA JAYA MAKMUR KECAMATAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Siti Nurwahidah; Ni Made Sopan Deni
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian F.P UNSA
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v2i1.589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pelaksanaan bagi hasil pengelolaan usaha tambak udang antara pemilik tambak dan pengelola di Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari 2021 di Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 10 orang diambil secara sensus. Data di kumpulkan dengan observasi lapangan dan melalui wawancara atau kuisisoner. Adapun tehnik analisis data yang di gunakan yaitu Teknik Analisis Interaktif Miles & Huberman dan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pola pelaksanaan bagi hasil pengelolaan usaha tambak udang UD Rinjani antara pemilik modal, pemilik lahan dan tenaga kerja dilakukan dalam bentuk lisan. Praktek ini dipilih selain mudah juga merupakan kebiasaan desa setempat dalam melakukan bagi hasil. Sistem bagi hasil yang dilakukan adalah 70% untuk pemilik modal, 10% untuk pemilik lahan dan 20% untuk tenaga kerja. Bagi hasil tersebut dilakukan setelah dikurangi biaya-biaya pemeliharaan/biaya oprasional tambak udang selama 90-120 hari/4 bulan sehingga di dapatkan pendapatan bersih. Luas lahan yang digunakan tambak udang UD Rinjani yaitu sekitar 5 hektar 45 are. Dengan jumlah kolam sekitar 5 petak dengan luas lahan sekitar 1 Ha. Pemilik lahan yaitu Bapak M. Tayib, pemilik modal yaitu Bapak Indra Jaya serta melibatkan tenaga kerja sebanyak 8 tenaga kerja dimasing- masing bidang.