Meilidia Yansa Putri
sekolah tinggi ilmu kesehatan baitul hikmah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMILING BANDAR LAMPUNG fatimah wahab aliun; Santri Raminda; Meilidia Yansa Putri
Damsi Health of Jurnal Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKEs Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66048/0r6r1565

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Salah satu upaya non-farmakologis untuk membantu menurunkan kadar gula darah adalah dengan pemanfaatan tanaman herbal, yaitu daun sirih merah (piper crocatum). Daun sirih merah mengandung flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan dan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi pemberian air rebusan daun sirih merah dalam upaya penurunan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pemberian air rebusan daun sirih merah. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa pemberian air rebusan daun sirih merah secara rutin selama durasi penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah pada subjek studi kasus. Hal ini didukung oleh evaluasi data subjektif dan objektif selama proses asuhan keperawatan. Kesimpulan pemberian air rebusan daun sirih merah efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi masyarakat sebagai alternatif terapi herbal mandiri di rumah dengan durasi penelitian yang lebih panjang.