Febriyanti Nursya
Universitas Alifah Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025 Nada Angelia; Febriyanti Nursya; Meta Dwi Andriani
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.1982

Abstract

Cakupan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Sumatera Barat tahun 2023 sebesar 41,2% masih belum mencapai target 95% berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang. Puskesmas Padang Pasir mempunyai cakupan terendah pemberian imunisasi tetanus toksoid sebesar 42,57% di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Puskesmas Padang Pasir Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Padang Pasir pada bulan Maret – Agustus 2025. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 14 – 29 Juli 2025. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang berjumlah 59 ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel total population. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% ibu hamil yang tidak patuh 60,5% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang 72,1% ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan suami. 51,2% ibu hamil yang tidak mendapatkan peran petugas kesehatan. Dalam imunisasi tetanus toksoid terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,041), dukungan suami (p value = 0,005), peran petugas kesehatan (p value = 0,020) dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid. Berdasrakan hasil pengetahuan, dukungan suami, peran petugas kesehatan berhubungan dengan kepatuhan imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Padang Pasir dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui penyuluhan yang terjadwal dan media edukasi yang menarik serta mudah dipahami. Hal yang perlu ditingkatkan dengan cara memberikan informasi yang akurat, pelayanan yang ramah, dan memanfaatkan setiap kunjungan ibu hamil sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi dan memotivasi pelaksanaan imunisasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025 Wery Indriyani; Syalvia Oresti; Febriyanti Nursya
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 3 No. 2 (2025): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v3i2.582

Abstract

Kunjungan ibu balita ke Posyandu penting untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, status gizi, dan deteksi dini masalah kesehatan anak. Berdasarkan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, cakupan kunjungan balita sebesar 75,6%, capaian terendah di Puskesmas Pauh 62,4%. Data Puskesmas Pauh menunjukkan penimbangan balita hanya 78,69% dari target 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang pada Maret-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh yang berjumlah 5.644 balita, jumlah sampel 98 orang dengan teknik accidental sampling. Data dikumpul melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 57,1% ibu balita tidak aktif berkunjung dan 42,9% aktif. Sebanyak 27,6% memiliki pengetahuan kurang baik, 56,1% menilai kader tidak berperan, dan 57,2% kelurga tidak mendukung. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), peran kader (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) dengan kunjungan ibu balita di wilayah kerja puskesmas pauh kota padang tahun 2025. Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, peran kader, dan dukungan keluarga dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu.
Hubungan Pendapatan dan Persepsi dengan Kepatuhan Pembayaran Iuran pada Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Reika Zulkhaidah; Syafrizal; Febriyanti Nursya
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 3 No. 2 (2025): JURDIKES - DESEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v3i2.586

Abstract

  Kepatuhan peserta mandiri BPJS Kesehatan dalam membayar iuran berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah, termasuk di Wilayah tertentu dengan 30.111 peserta mandiri pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pendapatan dan persepsi dengan kepatuhan pembayaran iuran pada peserta mandiri BPJS Kesehatan. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini dilaksanakan pada Maret–Agustus 2025 dengan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53% peserta mandiri BPJS Kesehatan berpendapatan rendah untuk membayar iuran, 32% peserta mandiri memiliki persepsi negatif mengenai pembayaran iuran, 61% peserta mandiri tidak patuh dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Hasil uji statistik diperoleh bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p = 0,0001) dan persepsi (p = 0,0001) dengan kepatuhan pembayaran iuran. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi pola bahwa ketidakpatuhan peserta mandiri tidak selalu dipengaruhi oleh faktor pendapatan, melainkan juga oleh persepsi terhadap pembayaran iuran dan kondisi tanggungan keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi BPJS Kesehatan dalam merancang strategi edukasi dan dukungan finansial agar peserta mandiri lebih patuh membayar iuran.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional Di Kota Padang Tahun 2025 Gamela Septia; Eri Wahyudi; Febriyanti Nursya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.942

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang memberikan kepastian jaminan perlindungan finansial kepada penduduk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya. Di Puskesmas Pauh (2024) mencatat kunjungan sakit pasien BPJS tahun 2024 sejumlah 42.124 orang. Sedangkan penduduk di Kecamatan Pauh sebanyak 63.886 orang. Angka ini justru mengidentifikasi bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Pauh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025. Populasi penelitian sebanyak 63.642 orang, sampel sebanyak 96 responden, di pilih menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakuan pada 13-27 Agustus 2025 melaului wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan secara statistik. Hasil penelitian didapatkan dari 96 responden, sebanyak 41,7% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan kurang baik, sebanyak 42,7% masyarakat memiliki sikap negatif, dan sebanyak 79,2% masyarakat memiliki pendapatan rendah. Hasil uji chi-square terdapat hubungan tingkat pengetahuan (p =0,000) dan sikap (p =0,000) dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional, sedangkan pendapatan (p =0,527) tidak berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Pauh Tahun 2025. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan tentang JKN dan membangun sikap positif agar lebih optimal memanfaatkannya dan kepada BPJS Kesehatan bisa memperbanyak sosialisasi, menyederhanakan prosedur, dan meningkatkan mutu layanan.