Win Usuluddin
Dosen Filsafat STAIN JEMBER

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cara Pandang Riffat Hasan Terhadap Konstruksi Teologis Gender: Riffat Hasan's Perspective On The Theological Construction Of Gender Win Usuluddin
An-Nisa’ Journal of Gender Studies Vol. 3 No. 1 (2010): An-Nisa: Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta tak terbantahkan bahwa dehumanisasi terhadap perempuan masih saja terjadi hingga saat ini. Kekerasan dan bentuk lain dari ketidakadilan terhadap mereka masih selalu saja sering terdengar dan dengan mudah dapat saksikan. Tragisnya, perempuan oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai second class dan pada gilirannya apresiasi terhadap mereka pun belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat. Perempuan seringkali dibedakan dengan laki-laki, sehingga melahirkan diskriminasi dan ketidakadilan gender. Fenomena ketidaksetaraan gender baik berupa subordinasi, diskriminasi, maupun kekerasan pada perempuan agaknya telah mengubah kesadaran kaum feminis. Seorang feminis muslim kontemporer, Rifat Hasan, telah membuat upaya untuk merekonstruksi pemahaman teologis perempuan di dunia Islam yang dianggap sebagai akar ketidakadilan gender. Wanita dalam perspektif Riffat Hasan diciptakan tidak hanya sekedar untuk melengkapi kehidupan laki-laki, tetapi status Ontologis perempuan toh nyatanya tidak tergantung pada apa, kapan, dan dari mana mereka diciptakan, tetapi lebih pada peran yang dimainkan. It is an undeniable fact that the dehumanization of women still occurs today. Violence and other forms of injustice against them are still frequently heard and easily witnessed. Tragically, women are considered second class by some members of society, and as a result, society does not fully appreciate them. Women are often differentiated from men, giving rise to discrimination and gender inequality. The phenomenon of gender inequality, whether in the form of subordination, discrimination, or violence against women, seems to have changed the consciousness of feminists. A contemporary Muslim feminist, Rifat Hasan, has made efforts to reconstruct the theological understanding of women in the Islamic world, which is considered the root of gender inequality. Women, in Riffat Hasan's perspective, were not created merely to complement men's lives, but the ontological status of women is not dependent on what, when, and where they were created, but rather on the roles they play.