ABSTRAK Renovasi interior Rumah Dinas Wakil Gubernur Kota Bengkulu merupakan proyek strategis yang bertujuan mentransformasi bangunan bergaya Klasik-Tradisional menjadi Modern Neoklasik guna meningkatkan nilai estetika dan fungsionalitas ruang. Proyek pengabdian masyarakat melalui kegiatan magang ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta menganalisis proses pengawasan teknis dengan fokus pada pengendalian mutu (Quality Control) dan manajemen waktu di lapangan. Metode yang digunakan adalah pengawasan partisipatif secara langsung selama tiga bulan di CV. KIBAR KARYA KONSTRUKSI, yang mencakup monitoring harian terhadap spesifikasi material dan keteknikan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa transformasi ruang berhasil dicapai melalui pemasangan plafon coffer modern dengan rangka hollow galvanis, penggunaan moulding dinding dengan sambungan sudut 45 derajat yang presisi, serta fabrikasi furniture built-in dengan finishing PVC sheet berkualitas tinggi. Namun, dalam prosesnya ditemukan kendala teknis berupa ketidaksesuaian antara gambar kerja (shop drawing) dengan dimensi nyata di lapangan akibat ketebalan plesteran dinding. Temuan ini menegaskan bahwa prosedur pengukuran akhir (final measurement) dan inspeksi lapangan yang ketat sangat krusial untuk mencegah kesalahan fabrikasi serta keterlambatan proyek. Simpulannya, pengawasan yang efektif dengan mengintegrasikan aspek struktur, arsitektur, dan interior sangat diperlukan untuk memastikan proyek renovasi memenuhi standar teknis dan hasil estetika yang diharapkan. Kata kunci: Pengawasan, Renovasi Interior, Pengendalian Mutu, Modern Neoklasik, Bengkulu. ABSTRACT The interior renovation of the Vice Governor's Official Residence in Bengkulu City is a strategic project aimed at transforming a Classical-Traditional building into a Modern Neoclassical style to enhance its aesthetic and functional value. This community service project through internship activities aims to document and analyze the technical supervision process, focusing on quality control and time management in the field. The method used is direct participative supervision over a three-month period at CV. KIBAR KARYA KONSTRUKSI, involving daily monitoring of material specifications and workmanship. The results show that the transformation was successfully achieved through the installation of modern coffer ceilings using galvanized hollow frames, wall moldings with precise 45-degree joints, and the fabrication of built-in furniture with high-quality PVC sheet finishing. However, the study identified technical challenges, specifically discrepancies between the initial shop drawings and as-built site dimensions due to thick wall plastering. These findings emphasize that final measurement procedures and rigorous site inspections are critical to preventing fabrication errors and project delays. In conclusion, effective supervision that integrates structural, architectural, and interior aspects is essential to ensuring that renovation projects meet the required technical standards and aesthetic outcomes. Keywords: Supervision, Interior Renovation, Quality Control, Modern Neoclassical, Bengkulu.