Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Budaya Kerja Kolaboratif di SMP Abdi Siswa Bintaro Natalia Kartika Purnasari; Welius Purbonuswanto; Rahmat Mulyono; Saryanto
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SMP Abdi Siswa Bintaro, (2) menggambarkan kondisi budaya kerja kolaboratif di kalangan guru dan tenaga kependidikan, serta (3) menganalisis peran kepemimpinan transformasional dalam membentuk budaya kerja kolaboratif di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan empat dimensi utama kepemimpinan transformasional, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Kepala sekolah berperan sebagai teladan melalui sikap disiplin, konsisten, dan berintegritas, serta mampu mengomunikasikan visi sekolah secara inspiratif kepada seluruh warga sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, serta mengembangkan profesionalisme sesuai kebutuhan individu masing-masing. Penerapan kepemimpinan transformasional tersebut berdampak pada terbentuknya budaya kerja kolaboratif yang ditandai dengan kerja sama tim, kepercayaan antarpersonel, dan pemberdayaan lingkungan kerja yang positif. Kondisi ini mendukung terciptanya hubungan kerja yang lebih efektif, inovatif, dan harmonis di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk dan memperkuat budaya kerja kolaboratif di SMP Abdi Siswa Bintaro.
Efektifitas Program membaca bersama untuk meningkatkan Motivasi Literasi siswa di Perpustakan sekolah SD Negeri Balirejo Aprillia Sirait; Saryanto; Didi Supriadi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1621

Abstract

Penelitian ini didorong oleh berkurangnya motivasi siswa dalam literasi serta masih sedikitnya penelitian yang mengkaji keberhasilan program membaca bersama di perpustakaan sekolah dasar. Penelitian sebelumnya biasanya lebih menitikberatkan pada peningkatan minat baca secara umum, tanpa memberikan perhatian yang cukup pada cara pelaksanaan, partisipasi siswa, serta dampak langsung terhadap kemampuan literasi di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan program membaca bersama dalam meningkatkan motivasi literasi siswa di perpustakaan SD Negeri Balirejo. Teknik yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari guru pengelola perpustakaan dan siswa. Inovasi penelitian ini terletak pada penguatan model pelaksanaan membaca bersama yang terencana dengan baik, memanfaatkan buku fiksi sebagai pemicu awal, serta menggabungkan kegiatan diskusi dan retelling sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi literasi siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa program membaca bersama terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi literasi diantaranya melalui: (1) kenaikan kehadiran dan keterlibatan aktif siswa dalam aktivitas membaca, (2) terbentuknya kebiasaan membaca yang konsisten, (3) peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menceritakan kembali makna teks, serta (4) meningkatnya rasa percaya diri siswa saat berdiskusi. Akan tetapi, keberhasilan program masih terpengaruh oleh beberapa kendala seperti keterbatasan variasi buku, fasilitas perpustakaan yang belum optimal, dan perbedaan dalam kemampuan membaca antar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan membaca bersama tidak hanya dapat meningkatkan minat baca, tetapi juga memberikan kontribusi pada aspek kognitif dan afektif literasi siswa secara lebih menyeluruh.