Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Religious Habituation Policy Implementation in an Islamic Elementary School: An Edward III Model Analysis Mushalipah; Encep Hidayat; Dini Permana Sari
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v9i2.3210

Abstract

The implementation of religious habituation programs in Madrasah Ibtidaiyah plays a vital role in fostering a religious culture, yet it frequently encounters structural and cultural challenges. This study analyzes the implementation of such policies at MI Daarul Uluum South Jakarta, a community-based urban madrasah characterized by heterogeneous student backgrounds, using George C. Edward III's policy implementation model. A qualitative case study approach was employed. Data were collected over a three-month observation period through in-depth semi-structured interviews with eight key informants comprising the headmaster, three classroom and Islamic Religious Education (IRE) teachers, two administrative staff members, and two senior students complemented by direct participant observation of daily religious activities, and a documentation study of the school curriculum, activity schedules, attendance logs, and institutional records. The absence of formal Standard Operating Procedures (SOPs) was confirmed through document analysis. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that program implementation is supported by strong teacher dispositions and informal resource mechanisms, particularly the culture of ta'awun (mutual assistance) and gotong royong (communal cooperation). However, several structural constraints persist: communication is dominated by an 'oral culture' that lacks the stability of formal documentation; resource limitations, particularly in prayer-space infrastructure, are partially compensated by social capital; and the absence of SOPs results in subjective, intuitive evaluation rather than systematic, indicator-based character assessment. Critically, the study reveals that implementation tends to produce compliance-based moral behavior ('adah) rather than deep value internalization (malakah), particularly when direct supervision is absent. The central theoretical contribution lies in characterizing MI Daarul Uluum's implementation pattern as 'Actor-Centric Resilience' a mode in which institutional continuity is sustained primarily through the spiritual commitment of individual implementers rather than through formal governance systems. The study recommends the formalization of archival governance through written SOPs, competency-based character assessment rubrics, and structured parent-school communication mechanisms to ensure long-term program sustainability and accountability.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMKN 58 Jakarta Akhmad Jazuli; Encep Hidayat; Dini Permana Sari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16260

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah menengah kejuruan. PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat membentuk kepribadian peserta didik agar beriman, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pembelajaran PAI memerlukan model pembelajaran yang sistematis dan terarah agar tujuan pembentukan karakter dapat tercapai secara optimal. Model pembelajaran yang dikembangkan oleh Bruce Joyce & Marsha Weil menjadi salah satu kerangka teoritis yang relevan karena menekankan pada komponen penting dalam proses pembelajaran, seperti Syntax, Social System, Principle of Reaction, Support System, serta dampak pembelajaran yang meliputi instructional effects dan nurturant effects.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter peserta didik di SMKN 58 Jakarta. Analisis penelitian difokuskan pada bagaimana proses pembelajaran PAI dilaksanakan berdasarkan komponen model Joyce & Weil, serta bagaimana dampaknya terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode guna memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI di SMKN 58 Jakarta terlaksana secara sistematis dan efektif. Implementasi pembelajaran yang sistematis dan didukung oleh lingkungan sekolah yang religius menjadikan PAI berperan efektif dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter unggul.