Merry Pongdatu
Dosen Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Kecemasan Pasien Hipertensi: Literatur Riview Merry Pongdatu; Afrira Rahmadani; Sitti Lisnunung; Cesya Sandrina Sambuaga; Danil Danil; Sri Kuslian Sari; Sri Rahayu Ningsih; Muhtiar Nur L. Saida; Nisa Pratiwi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1215

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan keadaan perubahan dimana tekanan darah meningkat secara tidak wajar dan terus menerus karena kerusakan salah satu atau beberapa faktor yang berperan mempertahankan tekanan darah tetap normal. Pada umumnya, seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi bila tekanan darahnya sama atau lebih tinggi dari 140/90 mmHg, bahkan saat beristirahat. Salah satu dampak psikologis yang di alami oleh pasien hipertensi Adalah kecemasan. Tetapi murottal al-qur’an telah dikenal sebagai metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi kecemasan dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menilai efektivitas terapi murottal al-qur’an dalam mengurangi kecemasan pada pasien hipertensi dengan metode penelitian artikel ilmiah pada periode 2019 hingga 2025 diberbagai basis data nasional dan internasional. Seleksi artikel dilakukan dengan menggunakan diagram alir PRISMA dan evaluasi kualitas studi dengan menggunakan Google scholar dan semantic scholar, menghasilkan 10 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil tinjauan menunjukan bahwa terapi murottal al-qur’an secara signifikan menurunkan Tingkat kecemasan dan tekanan darah, dengan efek yang berkaitan pada perbaikan kondisi psikofisiologis pasien. Terapi ini bekerja dengan mekanisme yang melibatkan peni ngkatan relaksasi, penurunan hormon stres, dan stimulasi pelepasan endorphin, yang mendukung proses penyembuhan secara holistik. Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi terapi murottal al-qur’an sebagai bagian dari program rehabilitasi pasien hipertensi sangat diperlukan untuk menigkatkan kualitas hidup dan mengurangi resiko komplikasi terkait kecemasan
Literatur Review : Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Tingkat Kecemasan Pada Lansia Merry Pongdatu; Wa Ode Riska Nelita Yanti; Waode Usria Ma’ruf; Salma Idayanti; Havid Salam La Saiba; Syahrul Syahrul; Reva Aulia Rahma; Nanda Asyah A. Akbar
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1216

Abstract

Kecemasan didefinisikan sebagai kondisi mental yang ditandai oleh perasaan khawatir, takut, atau tidak tenang yang intens dan berkepanjangan. Kecemasan adalah suatu hal yang terjadi hampir pada setiap lansia. Kecemasan bagi para lansia lebih kearah cemas akan kematian, di mana jika mereka merasa belum mampu mengikhlaskan segala sesuatu di dunia, kecemasan akan sangat mudah mereka alami. Intervensi yang diberikan secara aktif menentukan keberhasilan dalam mengatasi kecemasan pada lansia, sehingga diharapkan diberikan terapi teknik relaksasi napas dalam yang efektif untuk mengatasi kecemasan yang dialami oleh lansia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan dari teknik relaksasi napas dalam pada pasien lansia yang mengalami kecemasan. Kajian literatur ini dilakukan melalui jurnal tentang teknik relaksasi napas dalam pada lansia dengan kecemasan. Proses ini dimulai dengan mengidentifikasi secara berkala beberapa artikel ilmiah yang telah dipublikasikan sejak tahun 2019 hingga 2025 di basis data internasional Google Scholar dan Semantic Sholar. Seleksi dilakukan menggunakan diagram alir PRISMA dan dikritik menggunakan JBI Tools. Setelah itu, 10 artikel dianggap relevan untuk dilakukan analisis data. Dalam analisis ini, ditunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam merupakan terapi yang sangat efektif yang diberikan kepada lansia untuk mengatasi kecemasan
Efektivitas Terapi Hipnosis Lima Jari Pada Pasien Hipertensi Yang Mengalami Kecemasan: Literature Review Merry Pongdatu; Atriana Atriana; Sitti Ramadhani; Yelni Yelni; Nadia Yusuf; Nurul Fahmiyanti; Aulia Pratiwi; Diah Artika Sari; Almadita Pransiska
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1236

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang sering disertai kecemasan pada penderitanya. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat memperburuk kondisi fisiologis pasien hipertensi, menurunkan kualitas hidup, serta menghambat proses pemulihan. Oleh karena itu, selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan pada pasien hipertensi. Salah satu terapi yang dapat digunakan adalah terapi hipnosis lima jari yaitu teknik relaksasi sederhana yang bertujuan menurunkan kecemasan melalui sugesti positif dan focus perhatian. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi hipnosis lima jari dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur (literature review) dari berbagai artikel penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2017–2025. Hasil review menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah intervensi hipnosis lima jari, baik pada pasien dewasa maupun lansia, serta dapat dijadikan terapi pendamping selain pengobatan farmakologis. Kesimpulan dari telaah ini adalah hipnosis lima jari terbukti bermanfaat sebagai intervensi sederhana, aman, dan efektif untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi komplementer dalam praktik keperawatan maupun pelayanan kesehatan. 
Mereduksi Kecemasan Terhadap Pasien Batu Ginjal (Nefrolitiasis) Dengan Terapi Mindfulness Merry Pongdatu; Akbar Ramadhan; Sartika Sartika; Fira Yuniar; Raya Ramadhani Yusuf; Ilna Ilna; Putri Pratiwi; Aning Wahiyuni; Sazkia Gaisa Sova; Sri Fadila; Mayangsari Mayangsari; Asti Wahyuni
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1244

Abstract

Nefrolitiasis atau batu ginjal merupakan salah satu masalah urologi yang menimbulkan nyeri hebat dan kecemasan pada pasien. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Pendekatan nonfarmakologis seperti mindfulness meditation menjadi salah satu strategi yang potensial untuk mereduksi kecemasan. Tujuan: Menjelaskan efektivitas mindfulness dalam mereduksi kecemasan pada pasien batu ginjal berdasarkan tinjauan dari beberapa penelitian. Metode: Kajian ini mengacu pada empat penelitian terkait intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan pada pasien dengan penyakit ginjal, termasuk mindfulness meditation, progressive muscle relaxation, SEFT, dan breathing exercises. Hasil: Mindfulness meditation terbukti menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis. Progressive muscle relaxation efektif menurunkan nyeri dan kecemasan pada pasien batu ginjal post-PCNL. SEFT dan breathing exercises juga menunjukkan penurunan signifikan terhadap kecemasan pasien hemodialisis. Kesimpulan: Mindfulness meditation dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mereduksi kecemasan pada pasien nefrolitiasis. Integrasi mindfulness dengan teknik relaksasi lain berpotensi memperbaiki kualitas hidup pasien serta dapat diimplementasikan dalam asuhan keperawatan
Pengaruh Peran Ibu Bekerja Dan Intensitas Penggunaan Gadget Terhadap Tumbuh Kembang Anak Prasekolah Merry Pongdatu; Sri Rahmayanti; Juhuria Juhuria; Darna Saras Wati; Elsi Elsi; Iktisan Rahman; Cikita Ayu; Irmawati Irmawati
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1245

Abstract

Anak usia prasekolah berada pada fase perkembangan yang krusial karena pengalaman pada tahap ini sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup mereka di masa depan. Gangguan yang muncul baik dari pola asuh yang tidak tepat, kurangnya stimulasi, maupun kondisi lingkungan dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Dalam konteks ini, keluarga memegang peran utama. Namun, meningkatnya penggunaan gadget pada anak serta kondisi ibu yang bekerja menghadirkan tantangan tambahan dalam proses pengasuhan. Tujuan: Kajian ini diarahkan untuk menelaah bagaimana status ibu bekerja berhubungan dengan aspek perkembangan anak prasekolah serta menganalisis keterkaitan antara intensitas penggunaan gadget dengan capaian tumbuh kembang mereka. Metode: Studi dilakukan melalui tinjauan literatur dengan memanfaatkan Boolean Terms dalam penelusuran artikel di PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih adalah publikasi lima tahun terakhir yang membahas deteksi dini, dinamika keluarga, serta faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak prasekolah. Hasil: Tinjauan literatur menunjukkan bahwa status ibu bekerja dan paparan gadget memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak. Temuan konsisten menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, terutama ibu, berkontribusi besar pada perkembangan kognitif dan sosial-emosional yang optimal. Kesimpulan: Walaupun keberadaan ibu yang bekerja dan penggunaan gadget menjadi tantangan dalam pengasuhan, dukungan lingkungan dan intervensi yang berbasis keluarga dapat mengurangi dampak negatif serta meningkatkan peluang anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal
Terapi Dzikir Pada Pasien Distress Spiritual : Literatur Review Merry Pongdatu; Wulan Riski Ramadhani; Salwa Azzahra; Nadya Rahmadani; Murni Sapitri; Wahyuni Pratiwi; Aan Sastra Afriani; Riyes Veriawan Hulu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1246

Abstract

Distress spiritual merupakan kondisi yang sering muncul pada pasien yang mengalami krisis eksistensial, ditandai dengan perasaan tidak berdaya, kehilangan makna hidup, dan putus asa, terutama pada penderita penyakit kronis maupun terminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dzikir dalam mengatasi distress spiritual pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain Literature review dengan terapi dzikir sebagai fokus intervensi. Artikel penelitian dikumpulkan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Garuda Kemdikbud. Dari ketiga basis data tersebut diperoleh 521 artikel penelitian nasional maupun internasional dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025. Berdasarkan hasil telaah, seluruh artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa terapi dzikir memberikan pengaruh signifikan dalam menurunkan gejala distress spiritual. Intervensi dzikir terbukti efektif pada pasien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia, perilaku kekerasan, halusinasi, hingga pasien dengan penyakit terminal. Terapi dzikir terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan untuk mengurangi distress spiritual, sehingga dapat dijadikan salah satu pendekatan non-farmakologis dalam praktik keperawatan.
Stimulasi Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Pada Anak Pra Sekolah Melalui Terapi Bermain: Literatur Review Merry Pongdatu; Sitti Aisyah Cahayani; Desi Y Arima; Ayu Wardani; Delvi Delvi; Dina Eka Saputri; Fausan Rahman
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1250

Abstract

Anak usia prasekolah (3-6 tahun) berada pada masa penting perkembangan, termasuk motorik kasar dan motorik halus. Pada tahap ini, anak membutuhkan stimulasi yang tepat agar kemampuan motoriknya berkembang optimal. Namun dalam kenyataannya, masih banyak anak prasekolah yang menunjukkan keterlambatan perkembangan motorik karena kurangnya stimulasi yang sesuai, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan anak dalam aktivitas sehari-hari serta kesiapan belajar di tahap selanjutnya. Berbagai bentuk stimulasi seperti terapi bermain misalnya puzzle dan kids yoga telah dilaporkan dapat meningkatkan kemampuan motorik anak, tetapi efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian berbasis literatur. Oleh karena itu, penting dilakukan telaah untuk mengetahui sejauh mana stimulasi melalui terapi bermain mampu mengembangkan motorik kasar dan motorik halus pada anak prasekolah (Hidayat, 2012). Tujuan: untuk mengetahui perkembangan motoric halus dan kasar pada anak usia prasekolah. Pencarian literatur dilakukan secara literatur pada beberapa database yaitu Google Scholar, Researchgate, Garuda Portal, dan Neliti. Dengan menggunakan pencarian literature untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2018-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan, puzzle efektif meningkatkan motorik halus, sedangkan kids yoga dan intervensi motorik efektif meningkatkan motorik kasar. Semua artikel mendukung bahwa stimulasi bermain yang terstruktur dan menyenangkan sangat berperan dalam optimalisasi tumbuh kembang anak prasekolah
Edukasi Berpikir Positif Untuk Mengurangi Ketidakberdayaan Psikososial Pada Pasien Stroke: Literature Review Pely Anastasyah; Cinta Natasyah Zakinah; Dewi Yastri Putri; Sri Rahayu; Surya Ningsih; Sahea Amalia Putri; Lusiana Putri; Ariqah Lutfiyah Emran; Eris Eris; Mified Derajat; Nurafliansyah Nurafliansyah; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1265

Abstract

Stroke tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga menimbulkan masalah psikososial, salah satunya adalah ketidakberdayaan. Ketidakberdayaan ditandai dengan perasaan kehilangan kendali, putus asa, dan munculnya pikiran negatif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Edukasi berpikir positif merupakan salah satu pendekatan yang diyakini dapat meningkatkan kondisi psikososial pasien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas edukasi berpikir positif dalam mengurangi ketidakberdayaan psikososial pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini merupakan literature review yang dilakukan untuk mengkaji efektivitas edukasi berpikir positif terhadap ketidakberdayaan psikososial pada pasien stroke. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed dengan kata kunci: “stroke”, “positive thinking education”, “psychosocial helplessness”, dan “quality of life”. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian berbahasa Indonesia atau Inggris, open access, terbit tahun 2021–2025, dan meneliti intervensi edukasi berpikir positif atau intervensi psikologis terkait pada pasien stroke dengan luaran psikososial. Pencarian awal memperoleh 635 artikel. Setelah skrining judul dan abstrak berdasarkan kriteria inklusi, tersisa 167 artikel. Seleksi lebih lanjut berdasarkan kesesuaian metode dan hasil intervensi menghasilkan 19 artikel kandidat, kemudian dinilai kualitasnya menggunakan JBI Critical Appraisal Tools, dan 10 artikel memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil: Tinjauan menunjukkan bahwa edukasi berpikir positif telah terbukti mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan perasaan tidak berdaya pada pasien stroke. Intervensi ini juga meningkatkan penerimaan diri, harga diri, dan kualitas hidup. Efektivitas edukasi akan meningkat jika disertai dengan dukungan keluarga yang memberikan motivasi, apresiasi, dan perhatian emosional. Kesimpulan: Edukasi berpikir positif dapat menjadi strategi keperawatan yang sederhana, murah, dan efektif untuk mengatasi masalah psikososial ketidakberdayaan pada pasien stroke. Intervensi ini akan lebih efektif jika melibatkan keluarga sebagai pendukung utama dalam proses pemulihan pasien
Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Distres Spritual Pada Pasien Dengan Penyakit Kanker Payudara : Literatur Review Intan Nurmaida; Marlina Jaharudin; Nur Tiara Agista; Siti Haswati Ando; Salsabila Salsabila; Amalia Purnama Sari; Leni Olivia; Lola Lola; Wa Ode Asifa Dwi Zahra; Duta Perdana; Merry Pongdatu
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1317

Abstract

Distres spiritual merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien dengan penyakit kanker payudara, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan mereka. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan distres spiritual pada pasien dengan penyakit kanker payudara. Metode: Artikel ini merupakan systematic literature review, dengan pencarian literatur melalui database terpercaya seperti Google Scholar dan PubMed. Proses seleksi dilakukan secara sistematik hingga diperoleh X artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan disintesis lebih lanjut untuk menilai efektivitas terapi dzikir dalam menurunkan distres spiritual. Hasil: Analisis dari literatur yang disertakan menunjukkan adanya konsistensi bahwa terapi dzikir berpengaruh terhadap penurunan distres spiritual pada pasien kanker payudara, yang ditunjukkan melalui meningkatnya ketenangan batin dan rasa kedamaian. Kesimpulan: Terapi dzikir efektif dalam mengurangi distres spiritual pada pasien dengan kanker payudara sehingga dapat menjadi salah satu intervensi tambahan untuk mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efektivitas Terapi Dukungan Spiritual Teknik Dzikir Terhadap Tingkat Keputusasaan Pada Pasien Diabetes Melitus:Literatur Review Merry Pongdatu; Yuyun Suharti; Tyas Selfiani Alman; Sitti Mutmainnah Hariadi; Meli Meli; Nur Alisah; Aisya Sri Rahma; Rafika Dedri Alfatwa; Novia Ardana; Serli Yanti; Afridha Tri Wulandari
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1319

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan prevalensi terus meningkat secara global, dimana Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dengan sekitar 10,7 juta penderita. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga menimbulkan stres, kecemasan, dan keputusasaan yang memperburuk kesehatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) dengan pencarian artikel pada Google Scholar, Semantic Scholar, ScienceDirect, dan PubMed periode 2020-2025 mengikuti prinsip PRISMA. Berdasarkan analisis 10 studi periode 2021-2024, terapi dukungan spiritual dengan teknik dzikir menunjukkan efektivitas signifikan dalam menurunkan keputusasaan dan meningkatkan kesejahteraan pasien diabetes melitus. Terapi dzikir menurunkan kadar gula darah melalui aktivasi sistem saraf parasimpatik yang menstimulasi sumbu Hipotalamus-Pituitari-Adrenal untuk menurunkan produksi kortisol dan epinefrin. Secara psikologis, terapi dzikir efektif menurunkan tingkat stres, meningkatkan kualitas hidup dan penerimaan diri melalui mekanisme psiko-neuro-endokrin yang merangsang pelepasan endorfin dan memberikan ketenangan spiritual.