Kreativitas merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena berperan dalam membentuk kemampuan berpikir divergen, memecahkan masalah, beradaptasi terhadap perubahan, serta menghasilkan gagasan yang inovatif. Namun, pembelajaran di banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi pendekatan konvensional yang membatasi kesempatan anak untuk bereksplorasi dan mengekspresikan ide secara bebas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis berbagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini berdasarkan publikasi ilmiah periode 2021–2026. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, Garuda, Crossref, DOAJ, dan jurnal terindeks SINTA. Dari 112 artikel yang ditemukan, sebanyak 22 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif meliputi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), penggunaan media open-ended seperti loose parts dan balok, pendekatan creative play, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, fleksibel, dan kaya stimulasi. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kelancaran berpikir, fleksibilitas, orisinalitas, dan kemampuan elaborasi ide anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan model integratif yang memadukan strategi pedagogis, media pembelajaran, lingkungan belajar, dan peran guru sebagai fasilitator untuk mengoptimalkan perkembangan kreativitas anak usia dini.