Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran literasi digital terhadap kemampuan membaca kritis siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Mandrehe. Literasi digital menjadi kompetensi penting di era teknologi informasi karena membantu siswa dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital secara kritis dan bertanggung jawab. Kemampuan membaca kritis diperlukan agar siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga mampu menganalisis, membedakan fakta dan opini, serta memberikan penilaian terhadap informasi yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Mandrehe. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terhadap 10 siswa dan 1 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta dokumentasi berupa hasil tugas siswa dan catatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam mendukung kemampuan membaca kritis siswa. Siswa yang memiliki kemampuan literasi digital yang baik cenderung lebih mampu memahami isi teks, menemukan ide pokok, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi informasi dari media digital. Namun, sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam menilai kredibilitas sumber informasi. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran juga meningkatkan keaktifan dan minat membaca siswa. Dengan demikian, literasi digital berkaitan erat dengan pengembangan kemampuan membaca kritis siswa dalam proses pembelajaran.