Iba Harliyana
Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BENTUK-BENTUK BULLYING VERBAL DALAM KOLOM KOMENTAR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK (KAJIAN PRAGMATIK WACANA) Afrida Wati; Syahriandi Syahriandi; Iba Harliyana
PRASI Vol. 20 No. 02 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v20i02.103058

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah merebaknya perilaku bullying verbal melalui kolom komentar TikTok. Komentar-komentar negatif ini menimbulkan dampak psikologis serius bagi korbannya, seperti depresi dan penurunan rasa percaya diri, sekaligus mencerminkan rendahnya literasi digital pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bullying verbal yang terdapat dalam kolom komentar di media sosial TikTok. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana pragmatik. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang tergolong bullying verbal. Sumber datanya adalah kolom komentar pada 7 video unggahan akun TikTok @teukuryantr (Teuku Ryan) pada periode Januari hingga Februari 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan dokumentasi selama satu bulan (1-30 April 2025). Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan wacana pragmatik yang mengkaji teks, koteks, dan konteks, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 81 data bullying verbal yang terklasifikasi ke dalam enam bentuk. Bentuk yang paling dominan adalah ejekan (teasing) sebanyak 38 data dan mengkritik berlebihan (excessive criticism) sebanyak 24 data. Bentuk lainnya adalah penghinaan (insults) 9 data, nama panggilan menghina (name calling) 3 data, memerintah atau mengontrol (verbal domination) 5 data, dan komentar seksis atau rasialis (sexist or racist comments) 2 data. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa bullying verbal dalam kolom komentar TikTok memiliki beragam bentuk, dengan ejekan dan kritik berlebihan sebagai bentuk yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menegaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kata-kata kasar, tetapi juga sindiran halus yang konteksnya berakar pada kehidupan pribadi korban. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital untuk menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.