Ajeng Ratna Sukmawati
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA DAN FUNGSI PANGUPA PERNIKAHAN ADAT BATAK ANGKOLA DESA SIDINGKAT: KAJIAN GASTRONOMI SASTRA Ajeng Ratna Sukmawati; Elisabeth Nugraheni Eko Wardani; Muhammad Rohmadi
PRASI Vol. 21 No. 02 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i02.114329

Abstract

Tradisi Pangupa merupakan puncak prosesi pernikahan adat Batak Angkola yang kaya nilai simbolis, namun dokumentasi akademik melalui perspektif gastronomi sastra di Desa Sidingkat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik dan fungsi tradisi Pangupa dalam dimensi agama, sosial, dan budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi sastra yang diintegrasikan bersama gastronomi sastra. Data dihimpun dari Raja I, Raja II, dan kepala desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan interactive model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen sajian Pangupa merepresentasikan dimensi religius melalui penguatan tondi (jiwa), dimensi sosial melalui integrasi komunal, dan dimensi kultural sebagai penanda identitas etnisitas. Bahan seperti nasi, ayam kampung, dan bagian tubuh kerbau menjadi simbol filosofis kesetiaan dan kemandirian, sementara pengolahan tradisionalnya selaras dengan prinsip nutrisi sehat modern. Dibandingkan penelitian terdahulu, kajian ini memperluas penerapan gastronomi sastra dari sastra tulis ke sastra lisan performatif dalam ritual adat. Simpulannya, Pangupa berfungsi sebagai wahana transmisi nilai lintas generasi yang mengintegrasikan aspek spiritual dan sosial, sekaligus vital dalam mengonversi pengetahuan oral menjadi arsip tertulis demi menjaga autentisitas tradisi lisan budaya di tengah modernisasi.