Kemampuan eksplorasi tekstur visual memiliki peran penting dalam pembelajaran kriya di Sekolah Menengah Kejuruan karena berkontribusi terhadap pengembangan kualitas estetika, kreativitas, dan keunikan karya peserta didik. Namun, pembelajaran kriya di SMKN 58 Jakarta masih cenderung berorientasi pada keterampilan teknis dan produksi, sehingga pemanfaatan material lokal sebagai media eksplorasi estetika belum dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan serat eceng gondok dalam meningkatkan kemampuan eksplorasi tekstur visual pada pembelajaran kriya di SMKN 58 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses 2020 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis berbagai penelitian yang relevan mengenai tekstur visual, pembelajaran kriya, serat alam, dan pendidikan vokasi seni. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekstur visual tidak hanya berfungsi sebagai unsur formal dalam karya kriya, tetapi juga sebagai media pengalaman estetik yang mampu meningkatkan keterlibatan sensorik, kognitif, dan reflektif peserta didik. Serat eceng gondok memiliki potensi tinggi sebagai medium eksplorasi visual karena karakteristik tekstur, fleksibilitas struktur, serta nilai keberlanjutannya yang mendukung pembelajaran kontekstual berbasis material lokal. Namun, implementasi pemanfaatan serat eceng gondok dalam pembelajaran kriya di Sekolah Menengah Kejuruan masih belum terintegrasi secara optimal antara aspek material, teknik, dan pedagogi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi eksplorasi tekstur visual, pemanfaatan material lokal, dan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran kriya yang lebih eksploratif, kontekstual, dan relevan dalam pendidikan vokasi seni.