Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di wilayah pesisir Pantai Bandengan dan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara. Intrusi air laut merupakan fenomena masuknya air laut ke dalam akuifer air tanah, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air tanah, terutama di daerah pesisir yang padat penduduk dan bergantung pada air sumur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air tanah dari sepuluh titik sumur penduduk di dua desa pesisir, yaitu Desa Bandengan dan Desa Bulu. Analisis kualitas air tanah dilakukan berdasarkan parameter Daya Hantar Listrik (DHL), klorida, pH, kesadahan total, dan Total Dissolved Solids (TDS), yang dibandingkan dengan standar PERMENKES RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat indikasi kuat terjadinya intrusi air laut, terutama pada titik-titik yang lebih dekat dengan garis pantai, yang ditandai dengan peningkatan nilai DHL, klorida, dan TDS, serta perubahan pH dan tingkat kesadahan. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa intrusi air laut telah memengaruhi kualitas air tanah di wilayah penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan air tanah yang berkelanjutan serta perencanaan pembangunan wilayah pesisir yang lebih bijaksana. Kata kunci: intrusi air laut, kualitas air tanah, DHL, klorida, TDS Abstract This study aims to identify and analyze the impact of seawater intrusion on groundwater quality in the coastal areas of Bandengan Beach and Kartini Beach, Jepara Regency. Seawater intrusion is a phenomenon where seawater infiltrates freshwater aquifers, potentially degrading groundwater quality, especially in coastal regions with high population density that rely heavily on well water. A descriptive quantitative approach was employed, using groundwater samples from ten active residential wells across two coastal villages: Bandengan and Bulu. Groundwater quality was assessed through key chemical parameters: Electrical Conductivity (EC), chloride, pH, total hardness, and Total Dissolved Solids (TDS), and compared with the standards set by the Indonesian Ministry of Health. The findings indicate strong evidence of seawater intrusion, particularly in sampling points closer to the shoreline, marked by elevated EC, chloride, and TDS levels, along with shifts in pH and hardness. It can be concluded that seawater intrusion has notably affected groundwater quality in the study area. This research is expected to serve as a basis for sustainable groundwater management and more prudent coastal development planning. Keywords: seawater intrusion, groundwater quality, electrical conductivity, chloride, TDS