Abstrak Tanah longsor merupakah salah satu bencana alam yang sering terjadi pada lereng – lereng alami maupun buatan manusia. Tanah longsor pada lereng kebanyakan terjadi pada saat musim penghujan. Kecamatan Somagede sebagian besar adalah dataran tinggi yang memiliki medan jalan yang naik turun dan juga berkelok yang pada sisi jalannya banyak terdapat lereng yang beberapa tahun terakhir sering mengalami longsor sehingga perlu adanya perencanaan konstruksi dinding penahan tanah. Pada perencanaan ini untuk menganalisis stabilitas lereng digunakan metode fellenius. Dimana nilai stabilitas lereng dibagian atas jalan memiliki nilai FK = 1,23 < 1,5 dan lereng pada bagian bawah jalan memiliki nilai FK = 1,80 > 1,5. Setelah diketahui nilai kemanan lereng tersebut maka perencanaan penahan tanah hanya akan dilakukan pada lereng bagian atas jalan dengan mencoba 2 tipe perkuatan gabion dan soil nailing. Pada perencanaan gabion didapatkan hasil penerapan kontruksi yang aman dimensi 3 x 1 x 1 m dipasang panjangnya ke arah dalam, ditumpuk sebanyak 12 trap dengan lebar 30 m. Anggaran biaya yang diperlukan sebesar Rp 1.019.299.000,00. dengan lama waktu pengerjaan 7 minggu. Pada perencanaan soil nailing didapatkan penerapan konstruksi yang aman dengan menggunakan nail bar D32 dengan panjang 12 meter, jarak horizontal dan vertikal 1,5 meter, kemiringan 15 derajat, lalu dinding ditutup beton shotcrete setebal 10 cm fc’ = 20 Mpa. Dengan anggaran biaya yang diperlukan sebesar 1.117.186.000,00 dengan lama waktu pengerjaan 8 minggu. Dapat disimpulkan konstruksi yang lebih efektif dan efisien adalah dinding penahan tanah tipe gabion. Kata kunci : Stabilitas Lereng Metode Fellenius, Dinding Penahan Tanah Gabion dan Soil Nailing. Abstract Landslides are a natural disaster that frequently occurs on slopes, both natural and man-made. Landslides on slopes mostly occur during the rainy season. Somagede District is largely a plateau with steep, winding terrain. Many of the roads have slopes that have experienced frequent landslides in recent years, necessitating the construction of retaining walls. In this planning, the Föllenius method was used to analyze slope stability. The slope stability value at the top of the road is FK = 1.23 < 1.5, and the slope at the bottom of the road is FK = 1.80 > 1.5. Once the slope safety value is known, the soil retaining design will only be carried out on the upper slope of the road, by testing two types of reinforcement: gabion and soil nailing. In gabion planning, the results of the implementation of safe construction with dimensions of 3 x 1 x 1 m were obtained, installed inward in length, stacked as many as 12 traps with a width of 30 m. The required budget is Rp 1,019,299,000.00. with a construction time of 7 weeks. In soil nailing planning, the implementation of safe construction was obtained using a D32 nail bar with a length of 12 meters, a horizontal and vertical distance of 1.5 meters, a slope of 15 degrees, then the wall was covered with 10 cm thick shotcrete concrete fc '= 20 Mpa. With a required budget of 1,117,186,000.00 with a construction time of 8 weeks. It can be concluded that a more effective and efficient construction is a gabion type retaining wall. Keywords : Slope Stability Fellenius Method, Gabion Retaining Walls and Soil Nailing.