Syinthia Ona Guserike Afner
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan KUB Maju Bersama melalui Budidaya Maggot untuk Pengelolaan Limbah Organik dan Penyediaan Pakan Ternak Alternatif Novi Yulanda Sari; Syinthia Ona Guserike Afner; Muhammad Syahfitra
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1330

Abstract

Limbah organik rumah tangga dan sisa hasil pertanian yang dihasilkan oleh anggota KUB Maju Bersama saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun limbah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku budidaya maggot dan sumber pakan ternak alternatif. Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan pakan ternak mendorong perlunya alternatif yang mudah diterapkan sesuai dengan kondisi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan budidaya maggot sebagai metode pengelolaan limbah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak alternatif. Kegiatan melibatkan anggota KUB Maju Bersama dan beberapa anggota kelompok tani di sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan, praktik budidaya maggot, pendampingan, serta evaluasi secara kualitatif melalui observasi dan diskusi bersama mitra. Peserta berhasil mempraktikkan setiap tahapan budidaya maggot, serta mulai menerapkan budidaya secara mandiri menggunakan bibit yang diberikan. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya maggot, serta meningkatnya kesadaran akan potensi limbah organik sebagai sumber daya yang bernilai. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa budidaya maggot merupakan pendekatan yang layak diterapkan pada skala rumah tangga untuk pemanfaatan limbah organik sekaligus menyediakan sumber pakan ternak alternatif berbasis sumber daya lokal.