Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Nilai Budaya Gau Satoto Pada Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi Astri Wulandari; Wa Ode Arsyiah; Abdul Majid
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 13, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v13i3.1738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai budaya gau satoto pada masyarakat di desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Nilai Budaya Gau Satoto Pada Masyarakat Desa Ambeua Raya Kecamatan Kaledupa Kabupaten Wakatobi belum maksimal, dapat dilihat pada 1) To carry out (melaksanakan), belum sepenuhnya terlibat karena belum adanya peran tokoh dan belum adanya media informasi. 2) To accomplish (mencapai), masih banyak masyarakat yang tidak paham makna gau satoto sehingga belum menentukan indikator yang akan dicapai. 3) To fulfill (memenuhi), masyarakat belum terlihat berniat untuk memenuhi kebutuhan dan harapannya di dalam gau satoto, masyarakat tidak terpaku dengan hal tersebut dan tidak memprioritaskan tujuannya dalam gau satoto. 4) To produce (menghasilkan), masyarakat sangat berat sekali menghasilkan perubahan karena keterbatasan pemahaman dan belum adanya peran tokoh adat sehingga hanya menganggap gau satoto sebagai simbol biasa dan penerapannya belum maksimal. 5) To complete (menyelesaikan), masyarakat belum memberikan hasil perubahan dan tujuan sesuai yang di inginkan, masyarakat tidak bisa menentukan tujuan yang akan dicapai agar bisa membawa implementasi nilai budaya gau satoto ke tahap penyelesaian.