Us’an Us’an
Studi Islam, Universitas Ahmad Dahlan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Islam Berbasis Ekoteologi: Upaya Membentuk Etika Lingkungan Peserta Didik di Era Krisis Iklim Sriyono Sriyono; Us’an Us’an; Amal Qosim Muhammadi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36060

Abstract

Abstract: Environmental damage is making us increasingly concerned about the earth we inhabit. Various species have become extinct, and ecosystems continue to degrade, exacerbated by increasing global temperatures. The focus of this article is to integrate theological reflection with classroom learning practices to foster students' ecological awareness. The purpose of this study is to examine the application of ecotheology-based Islamic education in shaping students' environmental ethics in response to the ongoing climate crisis. This study utilized library research, drawing on several references from journals, books, and other literature that support this research topic. The collected data was then interpreted to arrive at the research findings. Based on the results, it was found that one strategy for instilling ecological awareness in students is contextual-based learning. This approach invites students to identify environmental issues around them, such as river pollution, waste management, or local deforestation, and then design and implement problem-solving projects that have a real impact. In addition to fostering critical and collaborative thinking skills, this approach strengthens awareness that must be translated into concrete actions. Therefore, by preserving this earth, we not only fulfill God's mandate as caliphs but also provide the best legacy for future generations.Abstrak: Kerusakan lingkungan, membuat kita semakin khawatir akan bumi yang kita tinggali, berbagai spesies telah punah, ekosistem terus mengalami degradasi diperparah dengan suhu panas bumi yang semakin meningkat. Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah mengintegrasikan refleksi teologis dengan praktik pembelajaran di dalam kelas untuk menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik. Tujuan penelitian ini mengkaji penerapan pendidikan Islam berbasis ekoteologi dalam membentuk etika lingkungan peserta didik sebagai respons terhadap krisis iklim yang terjadi. Penelitian ini menggunakan studi literatur (library Research) dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari jurnal, buku, dan literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi hingga sampai pada hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu strategi menanamkan kesadaran ekologis peserta didik adalah pembelajaran berbasis Kontekstual. Di mana pendekatan ini mengajak peserta didik mengidentifikasi isu lingkungan di sekitar mereka seperti pencemaran sungai, pengelolaan sampah, atau deforestasi lokal lalu merancang dan melaksanakan proyek pemecahan masalah yang berdampak nyata. Selain melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif, pendekatan ini memperkuat kesadaran yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Oleh karena itu, menjaga bumi ini, kita tidak hanya memenuhi amanah Allah sebagai khalifah, tetapi memberikan warisan terbaik bagi generasi mendatang.
Telaah Pemikiran Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang Pendidikan Pranatal: Strategi Membentuk Karakter Sejak Dini Us’an Us’an; Sriyono Sriyono; Jenjang Waldiono
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36062

Abstract

Abstract: This research aims to examine Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah's thoughts on prenatal education. In implementing character education, it should begin long before the child is formed, which is called prenatal education. Prenatal education determines subsequent development and has implications for the child's behavior when born and growing up. This research uses the literature method (library research) namely by collecting various literature that has a correlation with prenatal education such as books, journals, and discussions relevant to the topic of discussion. Data analysis was carried out using the content analysis method, namely identifying, classifying, and interpreting the ideas of Ibn Qoyyim Al-Jauziyah to gain a deep understanding of prenatal education in shaping character. This research is important because it explores the thoughts of Ibn Qoyyim Al-Jauziyah to strengthen character formation from an early age in a holistic manner based on Islamic values. The results of this study indicate that Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah provides a curriculum or concept related to prenatal education for married couples. According to him, prenatal education starts from (1) choosing a life partner, (2) when married, (3) when the child is in the womb (pregnancy), and (4) when the child is born (postpartum). At birth and growing up, educating children remains the responsibility of parents and should minimize the use of violence in educating them, because such violence will have a negative impact on the child's growth and development, especially the child's psychology.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah tentang pendidikan pranatal. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, hendaknya dimulai jauh sebelum anak terbentuk yang disebut dengan pendidikan pranatal. Pendidikan pranatal menentukan perkembangan selanjutnya serta memberikan implikasi pada perilaku anak saat dilahirkan dan tumbuh dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) yaitu dengan mengumpulkan berbagai literatur yang memiliki korelasi dengan pendidikan pranatal seperti buku, jurnal, dan pembahasan yang relevan dengan tema bahasan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginter-pretasikan gagasan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pendidikan pranatal dalam membentuk karakter. Penelitian ini penting karena menggali pemikiran ibnu Qoyyim Al-Jauziyah untuk memperkuat pembentukan karakter sejak dini secara holistik berdasarkan nilai keislaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah memberikan kurikulum atau konsep terkait pendidikan pranatal bagi pasangan suami istri. Menurutnya, pendidikan pranatal dimulai dari (1) memilih pasangan hidup, (2) saat menikah, (3) saat anak dalam kandungan (hamil), dan (4) saat anak lahir (pasca melahirkan). Pada saat lahir dan tumbuh dewasa, mendidik anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua dan hendaknya meminimalisir penggunaan kekerasan dalam mendidik mereka, karena kekerasan tersebut akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak terutama psikologis anak.