Abstract: Environmental care character among students currently shows a low condition. This study aims to describe the strengthening of students' environmental care character through the implementation of the ASRI Program (Safe, Cool, Neat, and Beautiful) at Piasa Wetan Public Elementary School. Another objective is to identify supporting factors, inhibiting factors in its implementation. The approach used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with 4 informants consisting of 1 principal, 1 teacher, 1 student, and 1 school guard. The data analysis technique used an interactive model analytical descriptive method. The validity of the data was tested through credibility, triangulation, transferability, dependability, and confirmability. The results of the study indicate that character strengthening is carried out through routine morning hygiene habits, direct role models from teachers, regular socialization, local cultural innovations in the form of the slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Supporting factors for the program include the full support of the principal, teacher commitment, availability of BOS-funded infrastructure, and formal legal support in the form of Principal Decree Number 400.3.5.3/04/2026. Inhibiting factors include the fluctuating enthusiasm of students, diverse backgrounds of habits at home, inappropriate waste disposal behavior, transitional weather factors, and limited learning time. The ASRI program has consistently succeeded in shaping students' environmental awareness. This success is evidenced by the emergence of independent initiatives among students to maintain cleanliness at school and in their respective home environments.Abstrak: Karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik saat ini menunjukkan kondisi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter peduli lingkungan peserta didik melalui pelaksanaan Program ASRI (Aman, Sejuk, Rapi, dan Indah) di SD Negeri Piasa Wetan. Tujuan lainnya yaitu mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 4 informan yang terdiri atas 1 kepala sekolah, 1 guru, 1 peserta didik, dan 1 penjaga sekolah. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analitik model interaktif. Keabsahan data diuji melalui kredibilitas, triangulasi, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter dilakukan melalui pembiasaan rutin kebersihan pagi, keteladanan langsung dari guru, sosialisasi berkala, inovasi budaya lokal berupa slogan "WSJ" (Weruh Sampah Jukut). Faktor pendukung program meliputi dukungan penuh kepala sekolah, komitmen guru, ketersediaan sarana prasarana didanai BOS, dukungan legal formal berupa SK Kepala Sekolah Nomor 400.3.5.3/04/2026. Faktor penghambat yang dihadapi adalah pasang surut semangat peserta didik, keragaman latar belakang pembiasaan di rumah, perilaku membuang sampah kurang tepat sasaran, faktor cuaca pancaroba, keterbatasan waktu pembelajaran. Program ASRI berhasil membentuk karakter peduli lingkungan peserta didik secara konsisten. Keberhasilan dibuktikan dengan munculnya inisiatif mandiri pada siswa untuk menjaga kebersihan di sekolah maupun di lingkungan rumah masing-masing.