Charles Sanjaya
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rumah Sakit Kebonjati, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Terintegrasi Intermittent Fasting, Diet Rendah Karbohidrat, dan Aktivitas Fisik dalam Memperbaiki Obesitas, Hipertensi, dan Gangguan Glikemik: Sebuah Laporan Kasus Sulastri; Charles Sanjaya
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 24 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/zfpywk96

Abstract

Obesitas, hipertensi, dan gangguan glikemik merupakan masalah kardiometabolik yang sering terjadi bersamaan dan saling memperberat risiko penyakit kardiovaskular. Perubahan gaya hidup menjadi pilar utama tatalaksana, namun laporan kasus yang menggambarkan pendekatan terintegrasi secara praktis di layanan primer masih terbatas. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan hasil klinis penerapan pendekatan terintegrasi berupa intermittent fasting, diet rendah karbohidrat, aktivitas fisik teratur, dan terapi antihipertensi tunggal pada pasien dengan obesitas, hipertensi, dan gangguan glikemik. Seorang perempuan usia 39 tahun dengan obesitas, hipertensi stage 2, dan kadar gula darah sewaktu meningkat menjalani pemantauan selama enam bulan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Pada awal observasi, pasien memiliki berat badan 105 kg, lingkar perut 105 cm, tekanan darah 180/100 mmHg, gula darah sewaktu 248 mg/dl, dan kolesterol total 210 mg/dl. Intervensi yang diberikan meliputi intermittent fasting pola 16:8, diet rendah karbohidrat dengan pengurangan makanan olahan, aktivitas fisik intensitas sedang berupa jalan santai selama satu jam sebanyak tiga kali seminggu, serta terapi farmakologis candesartan 8 mg satu kali sehari. Selama periode observasi enam bulan, terjadi perbaikan klinis yang konsisten dan bermakna. Berat badan menurun menjadi 85 kg, lingkar perut menjadi 98 cm, tekanan darah menjadi 120/90 mmHg, gula darah sewaktu menjadi 140 mg/dl, dan kolesterol total menjadi 156 mg/dl. Pasien menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap intervensi dan tidak mengalami efek samping bermakna. Pendekatan terintegrasi yang mengombinasikan perubahan gaya hidup terstruktur dan terapi farmakologis minimal terbukti efektif dalam memperbaiki parameter kardiometabolik pada pasien usia produktif, serta berpotensi diterapkan secara luas di layanan primer.