Konsumsi makanan instan di kalangan remaja perempuan adalah kebiasaan yang dapat memengaruhi status nutrisi karena umumnya mengandung nutrisi yang tidak seimbang, tinggi lemak, gula, dan garam tetapi rendah protein, vitamin, dan mineral. Remaja perempuan sedang berada dalam masa pertumbuhan pesat dan oleh karena itu membutuhkan asupan nutrisi yang memadai dan seimbang; Namun, mereka sering memiliki pola makan yang tidak sehat. Kekurangan Energi Kronis (CED) adalah kondisi asupan energi jangka panjang yang tidak cukup yang dapat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan hasil reproduksi di masa depan. Masalah penelitian dalam studi ini adalah apakah ada hubungan antara konsumsi makanan instan dan insiden CED pada remaja perempuan. Studi ini bertujuan untuk menentukan korelasi antara konsumsi makanan instan dan CED di antara siswa perempuan kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penampang melintang. Populasi terdiri dari 40 siswa perempuan kelas IX, menggunakan teknik pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai konsumsi makanan instan dan pengukuran Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) untuk menentukan status CED. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa 22 responden (55%) sering mengonsumsi makanan instan dan 17 responden (42,5%) mengalami CED. Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p sebesar 0,019 (p < 0,05) dengan df = 1, menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Sebagai kesimpulan, terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan instan dan insiden CED pada remaja perempuan.