p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ngabdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Jahe Instan Untuk Produk Minuman Tradisional Di Desa Lubuk Saung Kota pagar Alam Wike Nurwita Dewi; Bayurini Puji Lestari
NGABDIMAS Vol. 8 No. 01 Juni (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ktw1r536

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Lubuk Saung, Kota Pagar Alam melalui pelatihan pengolahan jahe instan sebagai produk minuman tradisional bernilai ekonomi. Desa ini memiliki potensi sumber daya alam berupa jahe yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi rumah tangga tanpa sentuhan hilirisasi produk. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi praktik (hands-on training), serta evaluasi melalui kuisioner pre dan post test. Kegiatan dilakukan selama dua hari dengan melibatkan 30 peserta dari kalangan ibu rumah tangga, petani, dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta terhadap manfaat jahe dan teknik pengolahan (dari 30% menjadi 93,3%), serta keterampilan dalam produksi jahe instan secara mandiri (dari 6,7% menjadi 86,7%). Selain itu, terjadi peningkatan minat berwirausaha berbasis produk lokal dari 46,7% menjadi 93,3%. Kegiatan ini juga mampu membangun kesadaran akan pentingnya pengemasan, labeling, dan potensi pemasaran digital. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi dalam aspek alat produksi, pendampingan pascapelatihan, dan literasi digital. Secara keseluruhan, program pengabdian ini efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual, serta berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Ke depan, keberlanjutan program memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan mitra usaha untuk mendorong transformasi dari pelatihan menjadi usaha produktif berkelanjutan
Pengolahan Kurma Tomat Sebagai Pangan Lokal di Desa Muara Tenang Pagar Alam Bayurini Puji Lestari; Wike Nurwita Dewi
NGABDIMAS Vol. 8 No. 02 Desember (2025): Jurnal Ngabdimas Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : PPPM Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/11vxeg13

Abstract

Pengembangan pangan lokal berbasis sumber daya pertanian setempat merupakan strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Desa Muara Tenang, Kota Pagar Alam, memiliki potensi produksi tomat yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai produk segar dengan daya simpan rendah dan fluktuasi harga yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksikan inovasi teknologi pengolahan kurma tomat sebagai produk pangan lokal bernilai tambah melalui pendekatan teknologi hasil pertanian. Metode kegiatan dilaksanakan dalam satu hari secara partisipatif, meliputi tahapan presentasi materi tentang diversifikasi olahan tomat, prinsip dasar pengolahan pangan dan keamanan pangan, praktik langsung pembuatan kurma tomat, serta evaluasi dan umpan balik (feedback) bersama masyarakat Desa Muara Tenang. Proses pengolahan kurma tomat menerapkan prinsip pengurangan kadar air, penambahan gula sebagai agen pengawet alami, serta pengendalian proses pemanasan untuk menghasilkan karakteristik sensori yang menyerupai kurma dengan mutu yang lebih stabil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tomat menjadi produk olahan semi-basah yang memiliki potensi daya simpan lebih panjang, nilai ekonomi lebih tinggi, dan peluang pengembangan usaha rumah tangga. Inovasi ini dinilai relevan untuk mendukung pemanfaatan komoditas lokal secara berkelanjutan, mendorong diversifikasi pangan, serta memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan produk pangan lokal berbasis teknologi hasil pertanian di wilayah pedesaan.