Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pelayanan Administrasi Terhadap Calon Jemaah Haji di Kota Cimahi Rafli Muhammad; Siti Azkia Labibah; Puput Aprilia Hermawati
Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra Vol. 5 No. 1 (2026): Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjhu.v5i1.55118

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen pelayanan administrasi calon jemaah haji di Kemenag Kota Cimahi sesuai UU No. 8/2019. Menggunakan teori Ratminto dan Winarsih, fokus penelitian mencakup perencanaan, implementasi, koordinasi, dan penyelesaian aktivitas. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan perencanaan didukung SOP namun terkendala sumber daya. Implementasi berjalan sesuai ketentuan meski terhambat masalah dokumen dan integrasi teknologi. Koordinasi internal dilakukan tetapi belum optimal dalam kelancaran informasi. Tahap penyelesaian melibatkan evaluasi rutin, namun tindak lanjut keluhan perlu diperkuat. Secara umum, manajemen pelayanan sudah cukup baik, tetapi memerlukan peningkatan efektivitas, efisiensi, dan responsivitas untuk mewujudkan tata kelola profesional yang adaptif bagi masyarakat. Kata Kunci: Manajemen Pelayanan, Administrasi, Haji dan Umrah.
Dari Representasi Menuju Simulasi: Kesalehan Digital Haji Dan Umrah Di Instagram Dalam Perspektif Jean Baudrillard Puput Aprilia Hermawati; Iqbal Muhamad Robani
Journal of Communication and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Communication and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jcss.v4i2.2251

Abstract

ABSTRACT The digitalization of media has transformed how religious experiences are represented and interpreted in contemporary public spaces. In this context, Hajj and Umrah are no longer confined to sacred rituals but are increasingly produced, shared, and circulated through social media platforms. This study examines how Hajj and Umrah experiences are represented on Instagram and how such representations contribute to the construction of digital piety from the perspective of Jean Baudrillard. Employing a netnographic approach and thematic analysis, the study analyzes 100 Instagram posts collected from the hashtags #haji2026 and #umrah2026. The findings identify five dominant categories: Social Validation (94%), Self-Representation (89%), Spiritual Narrative (69%), Visual Sacredness (64%), and Aesthetic Content Curation (59%). These categories interact in shaping digital piety through visual symbols, spiritual narratives, self-presentation, aesthetic practices, and audience engagement. From a Baudrillardian perspective, the findings indicate a shift from representation toward simulation, were images of piety gain legitimacy through circulation and social recognition. ABSTRAK Digitalisasi media telah mengubah cara pengalaman keagamaan direpresentasikan dan dimaknai di ruang publik. Dalam konteks ini, pengalaman haji dan umrah tidak hanya berlangsung sebagai ritual spiritual, tetapi juga hadir sebagai konten yang diproduksi dan disebarluaskan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi pengalaman haji dan umrah di Instagram serta menjelaskan pembentukan kesalehan digital melalui perspektif Jean Baudrillard. Penelitian menggunakan metode netnografi dengan analisis tematik terhadap 100 unggahan Instagram yang diperoleh dari tagar #haji2026 dan #umrah2026. Hasil penelitian menunjukkan lima kategori utama yang membentuk representasi kesalehan digital, yaitu Social Validation (94%), Self-Representation (89%), Spiritual Narrative (69%), Visual Sacredness (64%), dan Aesthetic Content Curation (59%). Kelima kategori tersebut saling berinteraksi dalam membangun legitimasi religius melalui visualitas, narasi spiritual, presentasi diri, serta respons audiens.