Penelitian ini mengkaji penerapan metode hafalan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur'an Hadits pada murid kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Darud Da'wah Wal-Irsyad (DDI) Bontang. Dua permasalahan yang dikaji, yaitu bagaimana penerapan metode hafalan dilaksanakan dan faktor apa saja yang mendukung serta menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Al-Qur'an Hadits, dan murid kelas VIII. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hafalan diterapkan melalui enam teknik yang berurutan, yaitu penjelasan makna (ta'lim al-ma'na), simaan klasikal, kitabah, sima'i berkelompok, muraja'ah mandiri, dan tasmi' atau setoran individual kepada guru. Keenam teknik tersebut melibatkan gaya belajar auditori, visual, dan kinestetik secara bersamaan, sejalan dengan rata-rata nilai murid yang meningkat dari 77,8 menjadi 87,8. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kreativitas guru, program resmi Tahfidzul Qur'an, pembiasaan rutin, sistem evaluasi berkala, motivasi murid yang tinggi, kolaborasi guru melalui musyawarah guru mata pelajaran, dan dukungan sebagian orang tua. Faktor penghambat meliputi kemampuan awal membaca Al-Qur'an murid yang beragam, keterbatasan alokasi waktu, rasa gugup murid saat setoran individual, kurangnya keterlibatan orang tua, beban mata pelajaran yang padat, serta keterbatasan sarana pendukung. Metode hafalan yang terstruktur dan berurutan terbukti meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur'an Hadits secara bermakna dan dapat dijadikan model bagi madrasah lain.