Mutmainnah Sukeriyadi
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif Bontang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru PAI Membentuk Karakter Peserta Didik di Smp Islam Nurul Iman Loktuan Mutmainnah Sukeriyadi
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di SMP Islam Nurul Iman. Dalam konteks pendidikan modern, pendidikan karakter menjadi aspek yang tidak terpisahkan dari tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran sentral tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral, teladan dalam sikap, dan penggerak kegiatan religius yang mendukung pembentukan karakter. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan rasa hormat antar sesama. Meski demikian, dalam pelaksanaannya, guru PAI menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu pembelajaran, padatnya kurikulum, pengaruh negatif media sosial, serta minimnya dukungan dari lingkungan keluarga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi seperti pembiasaan ibadah, pendekatan personal, serta kolaborasi dengan pihak sekolah dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru PAI sangat signifikan dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik. Diperlukan dukungan dari seluruh elemen pendidikan untuk memperkuat upaya guru dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak dan kepribadian. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pembinaan karakter anak.