Annisa Alfiyah
STIT Syamsul Ma'arif Bontang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pembimbing Muhadharah dalam Membentuk Kepercayaan Diri Santri Putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Tahun Ajaran 2025/2026 Annisa Alfiyah
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembimbing Muhadharah dalam membentuk kepercayaan diri santri putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Tahun Ajaran 2025/2026. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting yang mendukung kemampuan santri dalam menyampaikan pendapat, berkomunikasi secara efektif, serta tampil di depan umum. Kegiatan Muhadharah menjadi salah satu program pembinaan yang diselenggarakan secara rutin di lingkungan pondok pesantren sebagai sarana untuk melatih kemampuan berbicara, keberanian, dan kesiapan mental santri. Dalam pelaksanaannya, pembimbing memiliki peran penting dalam memberikan arahan, motivasi, pendampingan, serta evaluasi agar santri mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas pembina kepengasuhan putri, pembimbing Muhadharah, dan santri putri Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembimbing Muhadharah berperan sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator dalam membentuk kepercayaan diri santri putri. Bentuk pembinaan yang dilakukan meliputi pemberian motivasi, latihan berbicara secara bertahap, pemberian kesempatan tampil, pendampingan selama proses latihan, serta evaluasi secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan keberanian, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri santri dalam berbicara di depan umum. Dengan demikian, kegiatan Muhadharah yang didukung oleh pembimbing yang aktif mampu memberikan kontribusi dalam membentuk kepercayaan diri santri putri sehingga mereka lebih siap menghadapi berbagai situasi yang menuntut kemampuan berbicara di lingkungan pesantren maupun di masyarakat.