Nurul Anisa Putri Lestari
STIT Syamsul Ma'arif Bontang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Menanamkan Nilai Akhlak Melalui Permainan Edukatif di TPA Darul Falah Wilayah Selambai Kota Bontang Nurul Anisa Putri Lestari
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak pada santri sebagai upaya membentuk karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Namun, berdasarkan pengamatan awal di TPA Darul Falah masih ditemukan beberapa santri yang menunjukkan perilaku kurang sopan santun, kurang disiplin, dan belum terbiasa menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang efektif dan menarik untuk membantu santri memahami serta menerapkan nilai-nilai akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menanamkan nilai akhlak pada santri melalui permainan edukatif serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di TPA Darul Falah Wilayah Selambai Kota Bontang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber penelitian terdiri atas satu Ketua TPA, dua guru TPA, dan dua santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menanamkan nilai akhlak dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, dan permainan edukatif. Permainan yang digunakan meliputi cerita keteladanan Nabi, kotak kejujuran, tebak-tebakan akhlak, dan bintang kelompok. Nilai akhlak yang ditanamkan meliputi kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan sopan santun. Faktor pendukung meliputi antusiasme santri, dukungan pengurus TPA, kerja sama guru, serta sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan usia dan tingkat pemahaman santri, karakter santri yang beragam, jumlah santri yang cukup banyak, serta keterbatasan dana.