Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak yang berperan besar dalam membentuk kepribadian, sikap, dan kebiasaan belajar. Sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga, sehingga kondisi keluarga, perhatian orang tua, dan suasana belajar di rumah sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar, termasuk pada mata pelajaran Aqidah Akhlak yang tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga menuntut pengamalan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan keluarga siswa kelas V MI Al-Hijrah Bontang dan mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap hasil belajar Aqidah Akhlak tahun pembelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswa kelas V MI Al-Hijrah Bontang sebanyak 30 siswa (total sampling). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Instrumen angket terdiri dari 10 item yang telah teruji valid (r > 0,361) dan reliabel (Alpha Cronbach = 0,8698). Analisis data menggunakan Korelasi Product Moment, Koefisien Determinasi, dan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan kondisi lingkungan keluarga siswa berada pada kategori sangat tinggi, yaitu 11 siswa (36,67%). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan keluarga terhadap hasil belajar Aqidah Akhlak, dibuktikan dengan nilai r = 0,6882 (kategori kuat), koefisien determinasi KD = 47,36%, dan t hitung = 5,019 > t tabel = 2,048 pada α = 0,05 (df = 28), sehingga Ha diterima. Lingkungan keluarga berkontribusi 47,36% terhadap hasil belajar, sedangkan 52,64% dipengaruhi faktor lain. Semakin baik kondisi lingkungan keluarga, semakin tinggi pula hasil belajar siswa.