Rihha Datul Azizah
Universitas PGRI Ronggolawe

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Model Eksponensial, Hiperbolik, dan Logistik untuk Proyeksi Populasi Kabupaten Malang Tahun 2035 Rihha Datul Azizah; Kresna Oktafianto
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 6 No. 02 (2026): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v6i02.769

Abstract

Kabupaten Malang di Jawa Timur mengalami peningkatan populasi yang pesat, dengan jumlah penduduk tercatat sebanyak 2.490.878 jiwa pada tahun 2012 dan 2.755.438 jiwa pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan tiga model matematika, yakni eksponensial, hiperbolik, dan logistik, untuk memprediksi jumlah penduduk hingga tahun 2035. Estimasi parameter yang didasarkan pada solusi analitis dengan memanfaatkan dua titik data (tahun 2012 dan 2025) untuk setiap model digunakan untuk menganalisis data BPS dari tahun 2012 hingga 2025, kemudian nilai MAPE digunakan untuk keperluan validasi. Selain menghitung daya tampung (K) berdasarkan luas wilayah aktual, penelitian ini menarik karena membandingkan ketiga model tersebut (eksponensial, hiperbolik, dan logistik) secara bersamaan dalam satu wilayah studi (Kabupaten Malang), sebuah pendekatan yang belum banyak dilakukan sebelumnya. Dengan menggunakan luas wilayah Kabupaten Malang (3.534,86 km²) dan asumsi kebutuhan lahan 100 m² per orang, daya tampung (K) untuk model logistik ditetapkan sebesar 35.348.600 jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga model memiliki nilai MAPE yang sangat baik, yaitu di bawah 0,6%. Model hiperbolik (0,33797%) dan eksponensial (0,57625%) memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dibandingkan model logistik (MAPE 0,30892%). Prediksi jumlah penduduk untuk tahun 2035 adalah 2.960.052 jiwa untuk model logistik, 2.940.830 jiwa untuk model eksponensial, dan 2.939.370 jiwa untuk model hiperbolik. Model logistik menghasilkan nilai MAPE terendah dibandingkan dengan dua model lainnya.