Putu Dinda Kusuma Ariyesi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

  Model Mental Mahasiswa Tahun Pertama Jurusan Kimia Terkait Pokok Bahasan Reaksi Redoks Putu Dinda Kusuma Ariyesi; I Wayan Suja; Ketut Sudiana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/dq3gbc23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil model mental mahasiswa tahun pertama di Jurusan Kimia pada pokok bahasan reaksi reduksi-oksidasi (redoks) serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab munculnya model mental tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain eksplanatori sekuensial. Subjek penelitian terdiri atas 37 mahasiswa yang tersebar di Program Studi S1 Pendidikan Kimia, S1 Kimia, dan D4 Kimia Terapan. Data dikumpulkan dengan tes model mental dua tingkat (two-tier test) dan diperdalam melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil model mental mahasiswa didominasi oleh model mental alternatif sebesar 88%, yang terdiri atas kategori benar sebagian (partially correct) sebanyak 59% dan miskonsepsi khusus (specific misconceptions) sebanyak 29%; hanya 12% tergolong model mental ilmiah (scientifically correct). Faktor internal penyebab munculnya model mental ilmiah adalah mahasiswa memiliki penalaran yang benar berkaitan dengan tiga level kimia dan interkoneksinya. Faktor eksternalnya adalah pembelajaran kimia yang diterimanya ketika SMA sudah mencakup level makroskopis, submikroskopis, dan simbolik secara utuh.  Faktor internal penyebab munculnya model mental alternatif meliputi mahasiswa kekurangan informasi terkait masalah yang dihadapi, ketidakmampuan menerapkan konsep untuk memecahkan masalah yang dihadapi, kesalahan penalaran, dan kurangnya perhatian terhadap proses pada level submikroskopis, sementara faktor eksternal berupa informasi yang didapatkan selama SMA tidak utuh.