Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR ALPHA FETOPROTEIN MATERNAL DENGAN STATUS GIZI DAN LUARAN NEONATUS (A Systematic Review of Randomized Controlled Trial and Primary Studies) Desy Indah Puspitasari
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 42 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/c4b3qv51

Abstract

Latar Belakang: Alpha Fetoprotein (AFP) maternal merupakan glikoprotein yang diproduksi oleh hati dan kantung yolk janin yang memiliki peran penting sebagai biomarker kehamilan. Kadar AFP maternal yang abnormal, baik elevasi maupun rendah, telah dikaitkan dengan berbagai komplikasi kehamilan dan luaran neonatus yang buruk. Status gizi ibu hamil berperan signifikan dalam regulasi sintesis AFP dan perkembangan janin. Namun, hubungan komprehensif antara kadar AFP maternal, status gizi maternal, dan luaran neonatus belum dikaji secara sistematik dalam literatur berbahasa Indonesia. Metode: Systematic review dilakukan berdasarkan guidelines PRISMA. Kriteria inklusi meliputi studi Randomized Controlled Trial (RCT), cohort studies, case-control studies, cross-sectional studies, studi observasional, prospektif, dan retrospektif yang melibatkan populasi ibu hamil dengan pengukuran AFP serum maternal dan luaran neonatus terukur. Penilaian kualitas menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS) dan Cochrane Risk of Bias Tool. Hasil: Sebanyak 15 studi primer memenuhi kriteria inklusi dengan total 400.000+ subjek. Tinjauan mencakup 10 outcome utama: (1) kadar AFP maternal ≥2,5 MoM dikaitkan dengan penurunan berat lahir rata-rata 357-371 g (p<0,001); (2) risiko kelahiran prematur meningkat 4,8 kali lipat pada AFP ≥2,5 MoM; (3) pertumbuhan janin terhambat meningkat (RR 4,0; 95% CI 2,1-7,6); (4) mortalitas perinatal meningkat (RR 4,7); (5) small for gestational age (RR 2,8; 95% CI 2,4-3,2); (6) risiko abrupsi plasenta (RR 4,8); (7) preeklamsia (RR 3,8); (8) kematian janin dalam rahim; (9) sudden infant death syndrome (SIDS); (10) palsi serebral. Status gizi maternal yang buruk (IMT rendah, anemia, defisiensi mikronutrien) berkorelasi dengan perubahan kadar AFP dan memperburuk luaran neonatus. AFP sangat rendah (<0,25 MoM) dikaitkan dengan bayi besar dan komplikasi persalinan. Kesimpulan: Kadar AFP maternal merupakan biomarker penting yang berkorelasi dengan status gizi ibu hamil dan luaran neonatus. Pemantauan AFP maternal secara terstruktur, terutama pada trimester kedua, berpotensi mengidentifikasi kehamilan risiko tinggi dan memungkinkan intervensi gizi serta perawatan prenatal yang lebih optimal. Diperlukan studi longitudinal prospektif lebih lanjut di populasi Indonesia untuk mengkonfirmasi temuan ini.