Agustinus Medi Padua
Universitas Cokroaminoto Palopo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Animasi 3D sebagai Media Informasi Pencegahan Demam Berdarah bagi Masyarakat di Desa Maliwowo Agustinus Medi Padua
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.2.2026.1508

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur karena masih ditemukannya kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti genangan air, wadah terbuka, dan barang bekas yang belum dikelola dengan baik. Selain faktor lingkungan, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan DBD juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi kesehatan yang menarik, mudah dipahami, dan mampu mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan DBD melalui implementasi animasi 3D sebagai media informasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, perancangan media animasi 3D, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi, serta praktik dan pendampingan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Materi edukasi meliputi pengenalan DBD, gejala penyakit, cara penularan, pencegahan melalui metode 3M dan 3M Plus, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan animasi 3D membantu masyarakat memahami informasi mengenai DBD secara lebih mudah dan menarik dibandingkan penyampaian secara konvensional. Masyarakat terlihat aktif mengikuti sosialisasi, mampu mengenali faktor risiko lingkungan, serta terlibat dalam praktik PSN melalui kegiatan menguras, menutup, dan membersihkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Dengan demikian, implementasi animasi 3D yang dipadukan dengan praktik langsung PSN efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan masyarakat. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi masyarakat, pemahaman terhadap pencegahan DBD, dan keterlibatan langsung dalam penerapan langkah 3M Plus di lingkungan sekitar.
Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring melalui pemanfaatan Media Cerita Bergambar pada Pelajaran Bahasa Indonesia Angga Saputra; Agustinus Medi Padua; Nova Meysila Saliyati; Wulan Awalia
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1110

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kondisi rendahnya kemampuan membaca nyaring peserta didik kelas II SDN 170 Mulyasri, sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar, meningkatkan keaktifan siswa, serta mengoptimalkan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu upaya yang diterapkan adalah penggunaan media cerita bergambar yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas II SDN 170 Mulyasri melalui pemanfaatan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas II SDN 170 Mulyasri yang berjumlah 27 orang, terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan observasi, dengan instrumen berupa tes unjuk kerja membaca nyaring serta lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk melihat perkembangan kemampuan membaca nyaring siswa pada setiap siklus tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca nyaring setelah penerapan media cerita bergambar. Pada siklus I, sebanyak 19 siswa atau 70,73% mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 8 siswa atau 29,62% belum memenuhi kriteria ketuntasan. Pada siklus II, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 22 orang atau 81,48%, sementara siswa yang belum tuntas menurun menjadi 5 orang atau 18,51%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SDN 170 Mulyasri.