Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur karena masih ditemukannya kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti genangan air, wadah terbuka, dan barang bekas yang belum dikelola dengan baik. Selain faktor lingkungan, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan DBD juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi kesehatan yang menarik, mudah dipahami, dan mampu mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan DBD melalui implementasi animasi 3D sebagai media informasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan identifikasi permasalahan, perancangan media animasi 3D, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi, serta praktik dan pendampingan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Materi edukasi meliputi pengenalan DBD, gejala penyakit, cara penularan, pencegahan melalui metode 3M dan 3M Plus, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan animasi 3D membantu masyarakat memahami informasi mengenai DBD secara lebih mudah dan menarik dibandingkan penyampaian secara konvensional. Masyarakat terlihat aktif mengikuti sosialisasi, mampu mengenali faktor risiko lingkungan, serta terlibat dalam praktik PSN melalui kegiatan menguras, menutup, dan membersihkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Dengan demikian, implementasi animasi 3D yang dipadukan dengan praktik langsung PSN efektif digunakan sebagai media edukasi kesehatan masyarakat. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi masyarakat, pemahaman terhadap pencegahan DBD, dan keterlibatan langsung dalam penerapan langkah 3M Plus di lingkungan sekitar.