Kecemasan berbicara tetap menjadi salah satu hambatan psikologis paling persisten yang dihadapi mahasiswa dalam komunikasi lisan, membatasi partisipasi di kelas dan menghambat perkembangan jangka panjang kompetensi berbicara. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk dan sumber-sumber kecemasan berbicara yang dialami mahasiswa serta menelaah bagaimana strategi pembelajaran kolaboratif berkontribusi meringankan kecemasan tersebut dalam konteks kelas yang autentik. Dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif di kelas, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan kredibilitas dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan menunjukkan bahwa kecemasan berbicara mahasiswa beroperasi secara bersamaan pada tingkat kognitif, afektif, dan somatik, yang terutama didorong oleh ketakutan akan penilaian negatif, terbatasnya pengalaman berbicara di depan umum, dan kurangnya kemahiran berbahasa lisan. Strategi pembelajaran kolaboratif diskusi kelompok kecil, bermain peran, dan umpan balik teman sebaya terbukti mampu meredakan kecemasan dengan mempersempit audiens evaluatif, mengalihkan fokus perhatian diri ke peran yang diperankan, dan mengubah kerangka umpan balik dari hierarkis menjadi kooperatif. Mekanisme-mekanisme ini secara bersama-sama menumbuhkan iklim afektif yang lebih suportif dan secara bertahap memperkuat kepercayaan diri mahasiswa dalam performa lisan, meskipun mahasiswa dengan tingkat kecemasan sangat tinggi tetap membutuhkan dukungan yang lebih bertahap dan individual. Temuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan strategi kolaboratif secara struktural dalam pembelajaran berbicara, sekaligus memperhatikan variasi individual dalam tingkat keparahan kecemasan, serta menawarkan arah praktis bagi perancangan pedagogi yang peka terhadap kecemasan di pendidikan tinggi. Implikasi praktisnya, dosen perlu merancang urutan kegiatan kolaboratif yang bertahap agar mahasiswa dengan kecemasan berat turut memperoleh manfaat secara optimal.