Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan untuk Mengurangi Dampak Lingkungan di Destinasi Wisata Alam Indonesia I Nyoman Lingga Sana
Mandalika Journal of Business and Management Studies Vol 3 No 1 (2025): Mandalika Journal of Business and Management Studies
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjbms.v3i1.205

Abstract

Pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu pendekatan utama dalam mengelola destinasi wisata alam di Indonesia guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam rangka menjaga keseimbangan antara pengembangan industri pariwisata dan kelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), di mana berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, laporan kebijakan, dan dokumen resmi dianalisis secara mendalam untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan meliputi penerapan kebijakan konservasi berbasis ekowisata, pengelolaan limbah dan energi secara efisien, pemberdayaan masyarakat lokal, serta edukasi bagi wisatawan mengenai praktik wisata yang bertanggung jawab. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menerapkan regulasi ketat terkait daya dukung lingkungan serta pemantauan dampak ekologis menjadi faktor kunci dalam memastikan keberlanjutan destinasi wisata alam. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan pariwisata berkelanjutan sangat bergantung pada pendekatan holistik dan berbasis data dalam menyusun kebijakan yang adaptif terhadap kondisi lingkungan lokal. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan strategis jangka panjang serta partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan perlindungan ekosistem di destinasi wisata alam Indonesia.
Transformasi Manajemen Pariwisata Berbasis Teknologi Digital Menuju Green Tourism yang Tangguh dan Inklusif I Nyoman Lingga Sana
Journal of Mandalika Social Science Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v3i2.271

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata global dihadapkan pada tantangan besar akibat krisis lingkungan, pandemi, dan ketimpangan sosial-ekonomi. Dalam konteks ini, green tourism atau pariwisata hijau menjadi alternatif strategis untuk menciptakan destinasi yang berkelanjutan. Di sisi lain, transformasi digital memainkan peran penting dalam memperkuat efektivitas manajemen destinasi melalui teknologi seperti Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), hingga platform digital interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis bagaimana transformasi digital dalam manajemen pariwisata dapat diarahkan untuk memperkuat praktik green tourism yang tangguh dan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, di mana sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2020–2025 dianalisis secara tematik. Sumber data diperoleh dari database akademik seperti MDPI, SpringerLink, dan Emerald Insight, dengan fokus pada artikel yang membahas transformasi digital, keberlanjutan pariwisata, serta inklusi sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperluas partisipasi komunitas lokal, meningkatkan transparansi pengelolaan, serta memperkuat ketahanan destinasi terhadap krisis. Studi ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan prinsip keberlanjutan dan inklusi untuk menciptakan sistem pariwisata yang adaptif, manusiawi, dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, transformasi digital perlu diiringi dengan tata kelola yang responsif, kolaboratif, dan kontekstual sesuai dengan karakteristik lokal.