Mucharommah Sartika Ami
Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Vertikultur melalui Pendampingan Kelompok dalam Mendukung Kemandirian Pangan Rumah Tangga di Desa Rejoso Pinggir, Jombang, Jawa Timur Suci Prihatiningtyas; Noly Shofiyah; Budi Jatmiko; Anggun Wulandari; Fitri Umardiyah; Mucharommah Sartika Ami; Siti Hamidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 4 No 2 (2026): JPMII - April 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.1124

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan dan rendahnya pemanfaatan ruang produktif menjadi kendala dalam mendukung kemandirian pangan rumah tangga di Desa Rejoso Pinggir, Kabupaten Jombang. Sebanyak 65% rumah tangga memiliki pekarangan sempit (<50 m²) yang belum dimanfaatkan optimal, serta 70% masyarakat belum memiliki keterampilan vertikultur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan kemandirian pangan melalui penerapan vertikultur berbasis pendampingan kelompok. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif selama ±3 bulan dengan tahapan utama pelatihan, praktik, dan pendampingan, serta evaluasi berbasis kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar ±72%, keterampilan teknis dengan rata-rata skor 3,33 (kategori baik), serta perubahan perilaku dalam pemanfaatan pekarangan. Keberlanjutan program tergolong tinggi, dengan 85% peserta masih aktif merawat tanaman dan 75% instalasi tetap berfungsi. Pendampingan kelompok terbukti memperkuat interaksi sosial, pembelajaran kolektif, dan konsistensi praktik peserta. Temuan ini menegaskan bahwa vertikultur berbasis pendampingan kelompok efektif dalam mendorong adopsi inovasi dan meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga. Selain itu, program ini memberikan manfaat nyata berupa pengurangan pengeluaran pangan dan peningkatan pemanfaatan pekarangan secara produktif, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.