Perkembangan layanan financial technology (fintech) telah meningkatkan penggunaan transaksi digital di kalangan remaja. Namun, tingginya penggunaan dompet digital dan layanan keuangan berbasis aplikasi belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keamanan transaksi digital, perlindungan data pribadi, serta risiko penggunaan layanan fintech ilegal seperti pinjaman online tanpa izin. Berdasarkan observasi awal di SMAN 13 Medan, sebagian besar siswa telah menggunakan aplikasi fintech dalam aktivitas sehari-hari, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam memahami aspek keamanan dan penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan fintech yang aman, bijak, dan produktif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi penggunaan aplikasi pembayaran digital, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 60 siswa kelas XI dan XII SMAN 13 Medan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman konsep fintech dari 52% menjadi 90% (meningkat 38%), peningkatan pemahaman keamanan transaksi digital dari 45% menjadi 86% (meningkat 41%), serta peningkatan pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal dari 40% menjadi 84%. Selain itu, kemampuan siswa dalam menggunakan e-wallet meningkat dari 68% menjadi 95%. Dampak kegiatan menunjukkan bahwa peserta menjadi lebih mampu mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal, memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan keamanan akun digital, serta menggunakan dompet digital secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi keuangan digital siswa dan mendukung terbentuknya perilaku transaksi keuangan yang lebih aman, cerdas, dan produktif di kalangan remaja.