Suharti
Universitas Adi Buana Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Latihan Lompat Gawang Terhadap Peningkatan Kemampuan Lompat Vertical Pada Tim Bola Voli Putra Sman 1 Kedamean Reza Otavio Denata; Suharti; Ismawandi Bripandika Putra
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 14 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v14i1.111756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan lompat gawang terhadap peningkatan kemampuan lompat vertikal pada pemain bola voli putra di SMAN 1 Kedamean yang mengalami keterbatasan dalam melakukan teknik smash dan block. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain satu kelompok pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan melibatkan 14 pemain yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes lompat vertikal yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan latihan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji homogenitas Levene, serta uji t berpasangan.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan lompat vertikal setelah diberikan latihan lompat gawang. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai posttest lebih tinggi dibandingkan nilai pretest, sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan lompat gawang efektif dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai pemain bola voli. Penerapan latihan yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis terbukti mampu meningkatkan performa fisik atlet, khususnya dalam kemampuan melompat secara vertikal.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan lompat gawang merupakan metode latihan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan lompat vertikal pada pemain bola voli putra tingkat sekolah menengah. Oleh karena itu, latihan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam program latihan bola voli di sekolah guna mendukung peningkatan prestasi atlet.
Minat Pembelajaran PJOK Senam Lantai Siswi Ma Jabal Noer Taman Sidoarjo Moch Syarofulalam; Suharti; Ismawandi Bripandika Putra
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol. 14 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjp.v14i1.111865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji minat belajar peserta didik perempuan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi senam lantai di MA Jabal Noer Taman Sidoarjo. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya rasa percaya diri serta kekhawatiran akan risiko cedera yang dialami peserta didik perempuan saat mengikuti kegiatan senam lantai. Hal tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi dan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 25 peserta didik perempuan kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa angket dengan 20 pernyataan yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,878. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki persepsi dan motivasi belajar yang tinggi, serta menilai peran guru secara positif. Namun demikian, kesiapan fisik dan dukungan lingkungan sosial masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik perempuan dalam pembelajaran senam lantai berada pada kategori cukup baik, tetapi belum maksimal. Minat belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti persepsi, motivasi, kepercayaan diri, metode pembelajaran, fasilitas, dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, guru disarankan untuk menerapkan metode pembelajaran yang kreatif, sekolah perlu meningkatkan sarana pendukung, dan peserta didik perlu mengembangkan kepercayaan diri melalui latihan yang terarah.