Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang bertujuan menekan angka malnutrisi dan stunting di Indonesia. Permasalahan gizi pada anak-anak khususnya usia sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, terutama di Kota Gorontalo yang memiliki prevalensi gizi buruk, gizi kurang, kelebihan berat badan , dan obesitas cukup tinggi. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta prestasi akademik siswa. Namun keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas dan kesesuaian gizi makanan yang diberikan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas dan kesesuaian gizi pada makanan yang diberikan dalam program MBG. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SDN 77 Kota Tengah Gorontalo dan MI Terpadu Al-Ishlah Gorontalo. Hasil kualitas makanan dalam program MBG dinilai baik oleh sebagian besar siswa, meskipun terdapat beberapa indikator yang dinilai kurang. Kesesuaian gizi dalam makanan berdasarkan standar AKG harian dalam buku petunjuk teknis penyelenggaraan bantuan pemerintah untuk program MBG tahun 2025 oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berada pada kategori ”Sesuai” untuk karbohidrat dan ”Tidak Sesuai” untuk protein, lemak, dan energi dalam satu kali pemberian makan. Terdapat pula keberadaan komponen mikronutrien seperti vitamin dan mineral dalam menu makanan, yang hasil rata-ratanya disesuaikan dengan standar AKG harian dalam PMK RI No. 28 tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang direkomendasikan untuk masyarakat Indonesia. Kualitas dan kenyamanan program gizi MBG perlu dilakukan monitoring dan evaluasi kembali oleh pengelola program yakni BGN agar tujuan program dapat tercapai secara maksimal.