Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek suplementasi dadih terhadap pertambahan bobot badan dan parameter hematologi pada kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama jenis kambing yang terdiri atas kambing Kacang dan kambing Peranakan Etawa (PE), serta faktor kedua berupa dosis pemberian dadih (0 ml, 5 ml, dan 6 ml) dengan empat ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dadih dosis 5 ml berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan kambing PE, sedangkan pada kambing Kacang tidak memberikan pengaruh nyata. Pemberian dosis 5 ml pada kambing PE memberikan hasil terbaik karena kandungan mikroba probiotik dalam dadih mampu menyeimbangkan mikroflora rumen, sehingga meningkatkan proses fermentasi pakan dan ketersediaan nutrisi. Hal ini berdampak pada peningkatan efisiensi pencernaan dan pertambahan bobot badan. Sebaliknya, pada dosis 0 ml, pertambahan bobot badan relatif rendah akibat tidak adanya probiotik yang mendukung kinerja pencernaan. Sementara itu, pada dosis 6 ml, pertambahan bobot badan cenderung menurun, yang diduga disebabkan oleh kelebihan mikroba dalam rumen sehingga menghambat proses pencernaan secara optimal. Parameter hematologi yang meliputi hemoglobin (Hb), jumlah eritrosit (RBC), leukosit (WBC), dan hematokrit (HCT) menunjukkan hasil yang stabil dan berada dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian dadih juga berperan dalam menjaga homeostasis hematologis pada kambing Kacang dan kambing Peranakan Etawa, yang merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas serta ketahanan tubuh ternak terhadap stres. Kata kunci: dadih, hematologi, kambing Kacang, kambing Peranakan Etawa, probiotik