Abstrak. Hubungan antara mahasiswa dan institusi kepolisian saat ini diwarnai oleh krisis kepercayaan yang memicu dualisme respons psikologis, yaitu sinisme dan apati. Artikel ini bertujuan untuk membedah dan membandingkan pengaruh dari kedua kondisi psikologis tersebut terhadap tingkat partisipasi mahasiswa dalam merespons isu-isu kepolisian. Kajian ini dibangun di atas asumsi teoretis bahwa sinisme beroperasi melalui mekanisme evaluasi emosional yang memicu kritik, sedangkan apati bekerja melalui pemutusan ikatan kognitif yang mematikan motivasi keterlibatan publik. Melalui paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif eksplanatif, pengumpulan data primer dilakukan terhadap 121 responden mahasiswa menggunakan teknik purposive sampling, yang kemudian dianalisis melalui uji regresi linear sederhana. Temuan statistik mengungkap bahwa sinisme secara paradoks memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mendorong partisipasi sebagai wujud kontrol sosial. Namun, apati justru teridentifikasi sebagai faktor penentu dominan dengan daya prediksi mencapai 54,8%, yang secara efektif melumpuhkan segala bentuk keterlibatan sipil. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemisahan konseptual yang tegas antara sinisme (negasi aktif) dan apati (negasi pasif), mematahkan generalisasi studi terdahulu yang kerap menyamaratakan sentimen negatif publik. Temuan ini berdampak signifikan bagi keilmuan manajemen komunikasi dengan memberi landasan baru untuk audit komunikasi publik yang substantif, serta mengubah paradigma kehumasan pemerintah dari strategi meredam kritik menjadi pemulihan relevansi. Abstract. The relationship between students and police institutions is characterized by a trust crisis triggering dual psychological responses: cynicism and apathy. This article compares the impact of these conditions on student participation regarding police issues. The study assumes cynicism operates via emotional evaluation triggering criticism, while apathy severs cognitive ties, killing motivation for public engagement. Employing a positivist paradigm and an explanatory quantitative approach, primary data from 121 student respondents were collected using purposive sampling and analyzed via simple linear regression. Statistical findings reveal that cynicism paradoxically exerts a positive, significant influence driving participation as social control. Conversely, apathy is the dominant determinant with 54.8% predictive power, effectively paralyzing civic engagement. The novelty lies in strictly separating cynicism (active negation) from apathy (passive negation), breaking previous studies' generalizations that equate all negative public sentiments. These findings significantly impact communication management science by providing a new foundation for substantive public communication audits and shifting the government public relations paradigm from damage control to restoring relevance.