Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh algoritma kurasi dan konten Review terhadap perilaku pembelian impulsif mahasiswa Universitas Garut. TikTok, sebagai platform video pendek, telah mempengaruhi pola konsumsi generasi muda melalui algoritma rekomendasi yang dipersonalisasi dan Konten Review yang persuasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Universitas Garut berusia 19-30 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan telah menggunakan fitur TikTok PayLater. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Cochran, dengan total 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang didistribusikan secara online melalui Google Forms. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma kurasi (X1) dan Konten Review (X2) secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif (Y) dengan nilai F sebesar 38,84 dan sig.= 0,000. Secara parsial, algoritma kurasi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 2,815; sig.= 0,006; β = 0,476, sedangkan isi ulasan juga memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 2,114; sig.= 0,037; β = 0,362. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,447 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 44,7% variasi dalam perilaku pembelian impulsif siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma dan konten persuasif memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi impulsif siswa. Abstract. This study aims to examine the influence of TikTok’s curation algorithm and review content on the impulsive buying behavior of students at Universitas Garut. As a short-video platform, TikTok has influenced the consumption patterns of young people through personalized recommendation algorithms and persuasive review content. This research employed an exploratory quantitative approach using a survey method. The research population consisted of Universitas Garut students aged 19-30 years who actively use TikTok and have utilized the TikTok PayLater feature. Sampling was conducted using purposive sampling techniques and Cochran’s formula, resulting in a total of 100 respondents. Data were collected through a 5-point Likert scale questionnaire distributed online via Google Forms. Data analysis was carried out using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that the curation algorithm (X1) and review content (X2) simultaneously had a significant effect on impulsive buying behavior (Y), with an F-value of 38.84 and sig.= 0.000. Partially, the curation algorithm had a significant effect with a value of 2.815; sig.= 0.006; β = 0.476, while review content also had a significant effect with a value of 2.114; sig.= 0.037; β = 0.362. The coefficient of determination (R²) of 0.447 indicates that both variables explain 44.7% of the variation in students’ impulsive buying behavior. These findings suggest that algorithms and persuasive content play an important role in shaping students’ impulsive consumption behavior.