Guru Simbolon
Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KERANGKA TEOLOGIS BAGI PENINGKATAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) PADA UMKM KRISTEN DALAM UPAYA MISI MEMULIAKAN TUHAN Antonius Missa; Guru Simbolon
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i2.635

Abstract

Peningkatan berkesinambungan (continuous improvement) merupakan salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing. Namun, kajian tentang continuous improvement pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) umumnya berangkat dari perspektif manajemen modern yang berfokus pada produktivitas dan kinerja ekonomi. Di sisi lain, UMKM Kristen tidak hanya berorientasi pada keberhasilan bisnis, tetapi juga pada panggilan spiritual untuk memuliakan Tuhan melalui aktivitas usaha. Permasalahan akademik yang muncul adalah belum tersedianya kerangka teologis yang secara sistematis mengintegrasikan prinsip continuous improvement dengan tujuan misi Kristen dalam konteks UMKM. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada minimnya studi yang menghubungkan konsep peningkatan berkesinambungan dengan doktrin teologis seperti mandat budaya, penatalayanan (stewardship), panggilan (calling), dan misi Allah (missio Dei) sebagai landasan normatif bagi praktik bisnis Kristen. Penelitian ini bertujuan membangun kerangka teologis bagi peningkatan berkesinambungan pada UMKM Kristen dalam upaya misi memuliakan Tuhan. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual dengan pendekatan teologi biblika dan integrasi literatur manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa continuous improvement dapat dipahami sebagai bentuk respons iman yang diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, pengembangan kualitas kerja yang berkelanjutan, pelayanan kepada sesama, serta kesaksian Kristen di dunia usaha. Kerangka yang dihasilkan menempatkan kemuliaan Tuhan sebagai tujuan utama, dengan prinsip penatalayanan, panggilan, dan transformasi sebagai fondasi teologis yang mengarahkan proses perbaikan berkelanjutan. Kontribusi ilmiah penelitian ini meliputi perumusan model konseptual yang mengintegrasikan teori continuous improvement dengan teologi Kristen, perluasan kajian teologi bisnis melalui landasan normatif bagi praktik UMKM Kristen, serta penyediaan kerangka analitis bagi penelitian empiris dan implementasi manajerial.