Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Story Telling untuk Stimulasi Anak Speech Delay Wahdatus Syarifah; Desi Ismawati
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.1071

Abstract

Speech delay merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang menyebabkan kemampuan berbicara anak belum berkembang sesuai dengan tahap usianya. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta kesiapan belajar anak apabila tidak memperoleh stimulasi yang tepat. Salah satu bentuk stimulasi bahasa yang dapat diterapkan adalah metode storytelling karena memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar, meniru, memahami, dan mengungkapkan kembali kosakata melalui kegiatan bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan storytelling sebagai stimulasi bahasa pada anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay serta mengetahui bentuk dukungan yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di TK Al Azhar Pagendingan Galis Pamekasan dengan subjek seorang anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan storytelling yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu menggunakan buku cerita bergambar mampu meningkatkan respons anak selama proses pembelajaran. Anak menjadi lebih fokus, mulai berani menirukan kosakata, menjawab pertanyaan sederhana, serta menunjukkan perkembangan kemampuan berbicara dari belum mampu mengucapkan kalimat menjadi mampu mengucapkan kalimat sederhana secara bertahap. Keberhasilan stimulasi juga didukung oleh keterlibatan guru dan orang tua yang secara konsisten menerapkan kegiatan bercerita di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, storytelling dapat menjadi salah satu alternatif stimulasi yang efektif untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami speech delay.