Konsumsi kopi telah menjadi salah satu kebiasaan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern dan banyak dijumpai pada berbagai kelompok usia, termasuk mahasiswa. Di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran tingginya tuntutan akademik sering kali mendorong mereka untuk mengonsumsi kopi sebagai upaya untuk menjaga kewaspadaan, meningkatkan fokus, serta mempertahankan konsentrasi saat menjalani aktivitas belajar yang padat. Meskipun demikian, konsumsi kopi juga dapat menimbulkan berbagai respons fisiologis pada tubuh, termasuk perubahan pada tekanan arteri rata-rata dan frekuensi denyut jantung. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh kafein terhadap perubahan tekanan arteri rata-rata dan frekuensi denyut jantung, khususnya pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan teknik convenience sampling yang melibatkan 128 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Sebanyak 128 mahasiswa diikutsertakan dalam penelitian ini dan dialokasikan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=64) dan kelompok kontrol (n=64). Hasil penelitian yang di dapatkan dianalisis menggunakan t-test independent yang menunjukan adanya peningkatan pada tekanan arteri rata-rata dan frekuensi denyut jantung setelah konsumsi kafein dari kopi dalam jumlah yang telah distandarisasi. Beda rerata perubahan tekanan arteri rata-rata ditunjukan dengan p-value <0,001, begitu pula dengan perubahan beda rerata frekuensi denyut jantung didapatkan p-value <0,001. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsumsi kafein yang berasal dari kopi berpotensi meningkatkan tekanan arteri rata-rata dan frekuensi denyut jantung.