Catherine Jessica Tadjudin
Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEK EKSTRAK PENTA HERBS FORTE TERHADAP AKTIVITAS ENZIM KATALASE JANTUNG TIKUS YANG DIHIPOKSIA SISTEMIK KRONIK Catherine Jessica Tadjudin; Frans Ferdinal
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i1.38138

Abstract

Kondisi kekurangan oksigen berkepanjangan dapat menginduksi hipoksia sistemik kronik yang menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dan berujung pada stres oksidatif, suatu kondisi patofisiologis yang berkontribusi terhadap kerusakan jaringan jantung melalui fibrosis miokard, ventricular remodeling, dan gagal jantung sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung degeneratif. Katalase merupakan enzim antioksidan endogen yang berfungsi menguraikan hidrogen peroksida (H₂O₂) menjadi air dan oksigen. Penurunan aktivitas katalase menyebabkan akumulasi ROS yang meningkatkan stres oksidatif dan mempercepat kerusakan miokard. Ekstrak Penta Herbs Forte (PHF) merupakan kombinasi lima tanaman herbal, yaitu Temulawak, Jahe Merah, Sembung, Sambiloto, dan Meniran, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak PHF terhadap aktivitas enzim katalase pada jantung tikus Sprague Dawley yang diinduksi hipoksia sistemik kronik. Penelitian eksperimental in vivo menggunakan 32 ekor tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi menjadi delapan kelompok kontrol dan perlakuan, kemudian diinduksi hipoksia sistemik kronik (O₂ 10% dan N₂ 90%) selama 1, 7, dan 14 hari. Kelompok perlakuan mendapat ekstrak PHF dosis 100 mg/kgBB dua kali sehari. Aktivitas katalase diukur menggunakan Catalase (CAT) Activity Assay Kit metode Ammonium Molybdate. Hasil menunjukkan aktivitas katalase kelompok kontrol menurun bermakna seiring durasi hipoksia (1448,864 menjadi 725,961 U/mg; p<0,001), sedangkan kelompok PHF tetap stabil (1501,162–1699,519 U/mg). Perbedaan antara kelompok kontrol dan perlakuan bermakna pada hipoksia 1 hari (p=0,0148) dan sangat bermakna pada 7 serta 14 hari (p<0,001). Disimpulkan bahwa ekstrak PHF secara bermakna meningkatkan dan mempertahankan aktivitas enzim katalase jantung tikus Sprague Dawley yang mengalami hipoksia sistemik kronik.