Ronaa Ulayya
Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROFIL KLINIS DAN HASIL AKHIR PENGOBATAN PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS CILEUNGSI Ronaa Ulayya; Velma Herwanto
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i1.38140

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Pada tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi insiden mencapai 1.090.000 kasus. Jawa Barat menjadi penyumbang kasus TB terbanyak secara nasional, dan Kabupaten Bogor tercatat sebagai salah satu wilayah dengan beban kasus tertinggi yang terus meningkat setiap tahunnya. Gambaran karakteristik demografis dan klinis pasien TB paru di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama masih terbatas diteliti, sehingga data dasar mengenai profil pasien di tingkat puskesmas diperlukan untuk mendukung perencanaan program eliminasi TB nasional. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 146 pasien TB paru dewasa (≥18 tahun) yang tercatat dalam register tuberkulosis di Puskesmas Cileungsi sepanjang tahun 2025. Data diperoleh secara sekunder dari Kartu Pengobatan Pasien TBC dan dianalisis secara deskriptif melalui frekuensi, persentase, rerata, dan standar deviasi. Hasil: Rerata usia subjek adalah 39,9 (±19,86) tahun, dengan dominasi laki-laki (57,5%), kelompok usia produktif 36–45 tahun (30,1%), serta profesi sebagai pekerja/karyawan (35,6%). Komorbiditas yang ditemukan meliputi Diabetes Mellitus (20,5%) dan HIV (6,8%). Sebagian besar pasien merupakan kasus baru (88,4%) dengan diagnosis terkonfirmasi bakteriologis (79,5%). Hasil akhir pengobatan menunjukkan mayoritas pasien sembuh (58,2%) atau pengobatan lengkap (21,9%), tanpa satu pun kasus gagal yang tercatat. Kesimpulan: Pasien TB paru di Puskesmas Cileungsi didominasi oleh laki-laki usia produktif dengan hasil akhir pengobatan yang cukup baik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan deteksi dini, integrasi skrining TB-DM dua arah, serta pemantauan kepatuhan pengobatan sebagai dasar perencanaan program pengendalian TB yang lebih tepat sasaran di tingkat pelayanan primer.